BERITA TERKINI
Menlu ASEAN Bahas Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Ekonomi Global dan Ketahanan Energi Kawasan

Menlu ASEAN Bahas Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Ekonomi Global dan Ketahanan Energi Kawasan

Para Menteri Luar Negeri ASEAN menggelar pertemuan daring khusus pada sore 13 Maret untuk membahas situasi di Timur Tengah. Anggota Politbiro sekaligus Menteri Luar Negeri Le Hoai Trung turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Dalam pertemuan itu, para menteri menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya konflik yang dinilai menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan politik, keamanan, dan ekonomi, baik di kawasan maupun dunia.

Para menteri menegaskan kembali posisi bersama ASEAN sebagaimana tercantum dalam Pernyataan Bersama 4 Maret. ASEAN menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB, penghentian tindakan kekerasan, pengekangan maksimal, serta penyelesaian perbedaan melalui cara damai dan diplomatik. ASEAN juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah negara, serta perlindungan warga sipil dan infrastruktur sipil.

Para menteri sepakat konflik di Timur Tengah telah dan terus berdampak luas pada perekonomian global. Dampak tersebut antara lain berupa destabilisasi pasar energi serta gangguan jalur pelayaran dan rantai pasokan utama, yang dinilai berpengaruh negatif terhadap prospek ekonomi regional dan upaya membangun Komunitas ASEAN.

Untuk merespons tantangan itu, para menteri menilai ASEAN perlu memanfaatkan secara efektif mekanisme dan kerangka kerja sama yang sudah ada, termasuk Perjanjian Kerangka Kerja tentang Keamanan Minyak dan Gas, Jaringan Listrik ASEAN (ASEAN Power Grid), dan Pipa Gas Trans-ASEAN (Trans-ASEAN Gas Pipeline). ASEAN juga didorong memperkuat kerja sama dengan mitra guna mendiversifikasi sumber pasokan dan mengkonsolidasikan rantai logistik.

Selain itu, para menteri menekankan perlunya memperkuat solidaritas dan meningkatkan kerja sama, dengan memprioritaskan perdagangan dan investasi intra-ASEAN, mendukung keamanan energi dan pangan, serta mengoordinasikan langkah-langkah untuk menstabilkan perekonomian makro.

Terkait perlindungan warga negara, para menteri sepakat ASEAN akan terus berkoordinasi erat dan siap membantu warga negara masing-masing dalam keadaan darurat dan krisis di Timur Tengah, sesuai aturan dan prosedur yang telah disepakati. Para menteri juga menyepakati penguatan koordinasi lintas saluran ekonomi, budaya, dan sosial untuk mengadopsi pendekatan yang holistik dan interdisipliner dalam menghadapi tantangan komprehensif saat ini.

Dalam pernyataannya, Le Hoai Trung menyampaikan sikap bersama ASEAN yang menentang penggunaan kekerasan, menjunjung penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah, mematuhi hukum internasional dan Piagam PBB, serta menekankan kewajiban semua pihak melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil. Ia mengapresiasi konsultasi ASEAN yang dinilai tepat waktu, pengembangan posisi bersama, serta penyelenggaraan pertemuan darurat untuk membahas langkah-langkah terkoordinasi.

Le Hoai Trung juga menekankan pentingnya solidaritas dan persatuan ASEAN, termasuk mendorong budaya dialog, penyelesaian perbedaan secara damai, serta kepatuhan pada hukum internasional, Piagam PBB, dan prinsip-prinsip dalam Piagam ASEAN serta Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara (TAC). Di berbagai forum internasional, termasuk PBB, ia mendorong ASEAN meningkatkan koordinasi, menyatukan posisi, dan menjunjung hukum internasional serta multilateralisme.

Dari sisi ekonomi, Le Hoai Trung menegaskan kemandirian dan keberlanjutan sebagai faktor kunci. Ia mendorong ASEAN mengimplementasikan komitmen dan langkah yang telah disepakati, memperkuat hubungan ekonomi antar-blok, menghubungkan infrastruktur, dan memastikan keamanan energi. Ia juga menyoroti percepatan proyek kerja sama energi utama seperti ASEAN Power Grid dan Trans-ASEAN Gas Pipeline, serta kesiapan mengaktifkan mekanisme dukungan darurat dalam kerangka Perjanjian Keamanan Minyak dan Gas ASEAN.

Le Hoai Trung menekankan negara-negara ASEAN perlu menjaga dan memprioritaskan pasokan energi satu sama lain, terutama minyak dan gas. Pada saat yang sama, ASEAN didorong memanfaatkan perjanjian kerja sama dengan mitra, termasuk negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), untuk mendiversifikasi sumber energi.

Dalam isu perlindungan warga negara, ia menyarankan negara-negara terus berkoordinasi dan saling mendukung. Ia juga menyatakan kedutaan besar Vietnam di Timur Tengah selalu terbuka dan siap membantu warga negara ASEAN dalam situasi sulit atau mendesak.

Pada penutupan pertemuan, Filipina selaku Ketua ASEAN 2026 mengeluarkan Pernyataan Ketua yang merangkum pembahasan dan hasil utama.