Menteri Keuangan Vietnam Nguyen Van Thang menyatakan keyakinannya bahwa pasar saham Vietnam akan terus berkembang kuat pada 2026. Pernyataan itu disampaikan dalam rangkaian acara pembukaan perdagangan awal Tahun Baru Imlek 2026, yang disebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menegaskan tekad untuk mengembangkan pasar saham secara stabil dan berkelanjutan agar berkontribusi lebih efektif terhadap perekonomian.
Menurut Nguyen Van Thang, 2026 memiliki makna khusus karena dipandang sebagai awal fase baru pembangunan nasional yang menargetkan pertumbuhan ekonomi cepat dan berkelanjutan, sekaligus memperdalam integrasi internasional. Ia juga menyinggung peringatan 30 tahun Hari Tradisional Industri Sekuritas Vietnam yang jatuh pada 28 November 2026, menandai periode 1996–2026.
Vietnam menargetkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 10% atau lebih pada 2026. Untuk mencapai sasaran tersebut, Nguyen Van Thang menekankan pentingnya sumber daya modal, termasuk peran pasar modal secara umum dan pasar saham secara khusus. Ia mengatakan penguatan fondasi pasar yang sedang berkembang akan terus dilakukan melalui peningkatan kualitas operasional, stabilitas, transparansi, keberlanjutan, serta ketahanan terhadap guncangan eksternal.
Selain itu, ia menilai industri sekuritas perlu terus berinovasi secara proaktif dan fleksibel, serta meningkatkan efisiensi manajemen dan operasional. “Dengan fondasi yang telah dibangun dan tekad kuat untuk berinovasi dari sektor keuangan secara umum dan sektor sekuritas secara khusus, saya percaya bahwa pasar saham pada tahun 2026 akan terus berkembang dengan kuat, profesional, dan terintegrasi, serta memberikan kontribusi yang semakin penting bagi pembangunan ekonomi negara,” kata Nguyen Van Thang.
Ketua Komisi Sekuritas Negara Vietnam, Vu Thi Chan Phuong, menyatakan pasar saham Vietnam mencatat kemajuan dalam skala, kualitas, dan kapasitas operasional sepanjang tahun terakhir. Ia juga menuturkan sejumlah proyek yang direncanakan telah diselesaikan, sementara sistem teknologi informasi KRX disebut beroperasi aman dan lancar.
Chan Phuong turut menyinggung pengumuman FTSE Russell terkait peningkatan status Vietnam menjadi pasar negara berkembang sekunder. Menurutnya, 2026 menjadi tahun penting bagi pasar saham Vietnam dan industri sekuritas, termasuk dalam transisi dari sekadar “memenuhi kriteria” menuju pengoperasian pasar yang stabil dan berkelanjutan sesuai standar pasar negara berkembang.
Ia menekankan bahwa prioritas utama bukan hanya menjaga momentum pertumbuhan, melainkan membangun pasar yang aman, transparan, stabil, tangguh, serta adaptif terhadap model pasar baru dalam konteks integrasi yang semakin mendalam. Chan Phuong mengatakan industri sekuritas bertekad untuk bersatu, proaktif, dan kreatif agar dapat berkontribusi lebih efektif terhadap pertumbuhan ekonomi ketika negara memasuki tahap pembangunan baru.
Dalam laporan yang sama, pasar saham Vietnam disebut tetap dinamis meski menghadapi fluktuasi geopolitik, ekonomi, keuangan, dan perdagangan global. Pasar ini digambarkan mempertahankan operasi yang stabil, aman, dan transparan dengan likuiditas tinggi.
Pada 2025, VN-Index diproyeksikan naik lebih dari 40% dibandingkan tahun sebelumnya dan disebut menempatkan Vietnam di antara pasar dengan kinerja terbaik di dunia. Nilai perdagangan harian rata-rata diperkirakan melampaui 29.000 miliar VND, meningkat lebih dari 39%. Sementara kapitalisasi pasar saham diproyeksikan mencapai 9,98 juta miliar VND atau naik 39,2%, setara dengan 86,7% dari perkiraan PDB pada 2024.
Memasuki awal 2026, perkembangan positif disebut berlanjut seiring indeks dan likuiditas menunjukkan pertumbuhan kuat. Pasar derivatif, obligasi pemerintah, dan obligasi korporasi juga dilaporkan mempertahankan pertumbuhan stabil, serta dinilai menjadi saluran efektif untuk memobilisasi modal jangka menengah dan panjang bagi anggaran negara dan dunia usaha.
Rangkaian kegiatan pembukaan perdagangan awal Tahun Baru Imlek 2026 turut diisi dengan upacara pembunyian gong dan peluncuran simbol pasar saham Vietnam.

