BERITA TERKINI
Menkeu Purbaya: Rupiah Relatif Tahan di Tengah Gejolak Global, Investor Asing Masih Percaya

Menkeu Purbaya: Rupiah Relatif Tahan di Tengah Gejolak Global, Investor Asing Masih Percaya

Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan stabilitas nilai tukar rupiah serta kuatnya kepercayaan investor asing terhadap pasar keuangan domestik menjadi indikator bahwa ketahanan ekonomi Indonesia masih terjaga di tengah dinamika global.

Menurut Purbaya, gejolak global kerap memunculkan kekhawatiran terhadap pelemahan rupiah. Namun, ia menilai tekanan terhadap rupiah relatif terbatas berdasarkan data yang ada.

“Ada yang bilang rupiah hancur, tetapi kalau dilihat betul, itu setiap perang, rupiah itu hanya terdepresiasi sebesar 0,3 persen. Jadi, sebetulnya bagus daya tahan kita,” ujar Purbaya dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, dikutip Sabtu, 14 Maret 2026.

Purbaya juga menyoroti indikator lain yang mencerminkan kepercayaan investor, yakni selisih imbal hasil (spread) antara Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia dan obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury). Ia menyebut spread SBN terhadap US Treasury hanya naik tipis dari 240 basis poin pada Januari 2025 menjadi sekitar 243 basis poin saat ini.

“Naiknya hanya terbatas hanya 3 basis point. Artinya asing masih percaya ke kita. Yang domestik aja yang enggak percaya,” katanya.

Selain itu, Purbaya menyampaikan aliran modal asing ke pasar keuangan Indonesia masih menunjukkan tren positif. Meski sempat berfluktuasi, arus modal sejak akhir tahun lalu hingga awal tahun ini disebut cenderung masuk ke Indonesia, dengan inflow sekitar Rp2,2 triliun.

“Jadi, setelah gonjang-ganjing di bulan Maret, sebetulnya masih masuk ke sini. Artinya mereka percaya betul bahwa pondasi kita bagus. Ini kalau investor-investor yang asli seperti ini, karena mereka taruh uang,” ujar Purbaya.