Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program yang baik karena membantu banyak masyarakat, terutama kelompok kelas bawah. Namun, ia melihat masih ada ruang efisiensi dalam pelaksanaannya.
Menurut Purbaya, optimalisasi dapat dilakukan melalui perbaikan cara belanja program tersebut. Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan MBG masih dapat ditingkatkan tanpa harus menyerap penuh alokasi anggaran sebesar Rp335 triliun.
"MBG akan diefisienkan, cara mereka belanjanya. Saya pikir MBG itu program yang bagus karena tidak semuanya kaya. Hanya pelaksanaannya dioptimalkan saja," kata Purbaya kepada awak media di Jakarta, Senin (16/3).
Ia menambahkan, Kementerian Keuangan saat ini tengah menyusun rencana efisiensi anggaran di sejumlah kementerian/lembaga (K/L) sebagai upaya menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 tetap di bawah tiga persen.
Menurut Purbaya, defisit APBN 2026 berpotensi melebar akibat tekanan harga minyak dunia yang terdampak konflik Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Efisiensi anggaran, lanjutnya, terutama akan diarahkan pada pos Anggaran Biaya Tambahan (ABT) di masing-masing K/L. Ia menilai ABT dapat membuat anggaran menggelembung sehingga berpotensi menjadi pos belanja yang bisa dipangkas.
Purbaya mengatakan Kementerian Keuangan akan menentukan langkah awal yang dapat dilakukan K/L dalam menyiapkan rencana efisiensi anggaran. Persiapan tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar sepekan ke depan.
"Tapi belum tentu eksekusi ya. Kalau mau dipotong, mana yang dipotong, kira-kira begitu. Nanti mereka sesuaikan kebijakannya berdasarkan potongan Kementerian Keuangan," ujarnya.