Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan masih terdapat peluang penghematan anggaran dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah memiliki pagu Rp 335 triliun. Potensi efisiensi itu, menurutnya, dapat dicapai melalui optimalisasi manajemen serta peningkatan koordinasi antarinstansi.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks evaluasi kinerja keuangan pemerintah terhadap sejumlah program prioritas nasional yang sedang berjalan. Kementerian Keuangan menilai, meski anggaran MBG tergolong besar, masih ada ruang perbaikan pada aspek implementasi agar penggunaan dana publik lebih efisien tanpa mengurangi kualitas maupun jangkauan layanan.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan agenda pembangunan sosial yang ditujukan untuk meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, terutama anak-anak dari kelompok ekonomi lemah. Dengan alokasi ratusan triliun rupiah, program ini menjadi salah satu pos strategis dalam prioritas belanja negara.
Menkeu menekankan bahwa besarnya anggaran perlu diimbangi mekanisme pengendalian dan evaluasi yang ketat agar setiap pengeluaran memberikan dampak maksimal bagi penerima manfaat. Sejumlah aspek operasional disebut masih memiliki ruang untuk ditingkatkan efisiensinya.
Ia menguraikan beberapa area yang dinilai berpotensi menghasilkan efisiensi, antara lain optimalisasi manajemen logistik, penguatan koordinasi antarinstansi pelaksana, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem distribusi dan pemantauan. Purbaya juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas pada setiap tahap pelaksanaan, mulai dari perencanaan dan pengadaan hingga distribusi barang dan layanan kepada kelompok sasaran.
Untuk mendukung upaya tersebut, Kementerian Keuangan disebut menyiapkan mekanisme pengawasan yang lebih ketat terhadap pelaksanaan MBG sebagai bagian dari reformasi pengelolaan anggaran publik. Pemeriksaan berkala oleh tim audit internal dan eksternal akan dilakukan guna mengidentifikasi inefisiensi serta memastikan program berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Purbaya mengajak para pemangku kepentingan terkait untuk bersinergi mencapai target program sambil menjaga disiplin fiskal. Pemerintah menyatakan akan mengoptimalkan dampak sosial ekonomi dari belanja besar ini melalui pendekatan yang komprehensif dan berbasis data.