BERITA TERKINI
Lebaran 2026: Jumlah Pemudik Turun Tipis, Perputaran Uang di Daerah Diproyeksi Menguat

Lebaran 2026: Jumlah Pemudik Turun Tipis, Perputaran Uang di Daerah Diproyeksi Menguat

JAKARTA — Arus mudik Lebaran Idulfitri 2026 diproyeksikan sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya. Namun, di balik penyusutan tipis jumlah pemudik, potensi perputaran uang yang mengalir dari kota ke daerah justru diperkirakan tetap besar, didorong oleh meningkatnya bekal belanja pemudik serta pencairan tunjangan hari raya di sektor publik dan swasta.

Berdasarkan proyeksi Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Angka tersebut turun sekitar 1,75% dibandingkan periode Lebaran tahun lalu.

Meski demikian, terdapat 35,97 juta kepala keluarga yang tetap melakukan perjalanan mudik. Dengan asumsi rata-rata uang yang dibawa berada pada kisaran Rp4,12 juta hingga Rp4,5 juta per rumah tangga untuk dibelanjakan selama libur Lebaran, potensi perputaran uang diperkirakan berada pada rentang Rp148,3 triliun hingga Rp161,8 triliun.

Proyeksi itu turut ditopang oleh besarnya pencairan tunjangan hari raya. Anggaran THR untuk aparatur negara dan pensiunan disebut mencapai Rp65 triliun. Sementara itu, di sektor swasta, nilai THR diperkirakan menembus Rp124 triliun.

Dampak perputaran uang tersebut terasa hingga level ekonomi lokal. Di Stasiun Kutoarjo, Purworejo, Jawa Tengah, pengemudi ojek online Teguh Prasetyo menuturkan peningkatan permintaan layanan sejak sepekan menjelang Lebaran.

“Biasanya saya cuma mengandalkan tarikan ramai pas akhir pekan saja, bawa penumpang kereta Prambanan Ekspres jurusan Kutoarjo-Yogyakarta. Tapi masuk H-7 Lebaran ini, pesanan masuk tiap hari tanpa jeda. Pemasukan saya bisa dobel dibandingkan hari biasa,” ujarnya.

Lonjakan aktivitas di titik-titik kedatangan pemudik, seperti stasiun, dinilai turut mempercepat perputaran ekonomi di wilayah sekitar. Situasi tersebut juga terjadi di kalangan mitra pengemudi yang pada periode Lebaran tahun ini ikut menerima Bonus Hari Raya (BHR) dari pengelola aplikasi.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, menyatakan perhitungan potensi perputaran uang Lebaran tahun ini masih berada pada skenario moderat. Menurutnya, angka tersebut masih berpeluang mencapai Rp161,8 triliun jika rata-rata uang yang dibawa pemudik berada di level Rp4,5 juta per keluarga.

“Hitungan potensi perputaran uang ini masih di angka moderat atau paling rendah. Masih berpotensi mencapai Rp161,8 triliun dengan asumsi rata-rata per keluarga membawa uang sebesar Rp4,5 juta. Artinya, perputaran uang hampir menyasar ke semua sektor usaha pemenuhan kebutuhan masyarakat,” kata Sarman dalam keterangan resmi, Kamis, 19 Maret 2026.

Aliran dana selama musim mudik diperkirakan menggerakkan beragam sektor usaha di daerah, mulai dari kebutuhan sandang, parsel, kuliner lokal, hingga pembelian suvenir khas wilayah tujuan. Dengan kondisi tersebut, penurunan jumlah pemudik tidak otomatis diikuti pelemahan konsumsi, karena nilai belanja yang dibawa ke kampung halaman dinilai tetap kuat dan menyebar ke sektor-sektor ekonomi akar rumput.