Kepala Badan Pengelola Zona Ekonomi Provinsi Lao Cai, Vuong Trinh Quoc, menyatakan pihaknya menyiapkan serangkaian kebijakan dan solusi yang diterapkan secara serentak untuk mengejar target nilai impor dan ekspor sebesar 10 miliar dolar AS pada 2030.
Salah satu fokus utama adalah pembangunan infrastruktur yang dinilai harus komprehensif dan modern. Saat ini, Zona Ekonomi Perbatasan Lao Cai memiliki sejumlah pintu perlintasan internasional, yakni Gerbang Perbatasan Jalan Internasional Lao Cai–Ha Khau melalui Jembatan Ho Kieu II, Gerbang Perbatasan Jalan Internasional Kim Thanh No. II melalui Jembatan Kim Thanh, serta Gerbang Perbatasan Kereta Api Internasional Lao Cai–Ha Khau melalui Jembatan Ho Kieu.
Lao Cai juga diuntungkan oleh posisinya pada koridor ekonomi Kunming (China)–Lao Cai–Hanoi–Hai Phong (Vietnam). Di sepanjang koridor tersebut, infrastruktur seperti pelabuhan, sistem transportasi, dan pasokan listrik disebut telah dan terus ditingkatkan. Dimulainya pembangunan jalur kereta api standar dari Lao Cai menuju Hanoi dan Hai Phong dipandang memperkuat dukungan infrastruktur bagi aktivitas impor-ekspor dan penyeberangan perbatasan. Kondisi ini, menurut Quoc, membuat pelaku usaha ekspor dan investor semakin memperhitungkan keunggulan Lao Cai dalam menyusun strategi investasi serta rencana produksi dan bisnis.
Selain infrastruktur fisik, perhatian juga diarahkan pada penguatan konektivitas bisnis dan perluasan jangkauan serta struktur barang ekspor melalui gerbang perbatasan Lao Cai. Selama ini, komoditas yang diekspor melalui gerbang perbatasan tersebut didominasi produk pertanian dan buah-buahan segar. Namun, sumber pasokan domestik dan potensi ekspor untuk diversifikasi komoditas masih dinilai besar, termasuk bagi produk unggulan Vietnam seperti makanan laut segar serta produk pertanian dan buah-buahan segar. Potensi ini disebut dapat menjadi keunggulan untuk menarik lebih banyak pelaku usaha, termasuk dari wilayah Selatan Tengah yang dikenal sebagai lumbung padi dan lumbung buah-buahan.
Pemerintah setempat juga menargetkan penguatan hubungan dengan pelaku usaha yang bergerak di bidang transit dan transshipment guna mengembangkan layanan terkait melalui gerbang perbatasan Lao Cai.
Terkait proyek percontohan pembangunan gerbang perbatasan pintar di Gerbang Perbatasan Jalan Internasional Kim Thanh No. II dan titik pemeriksaan bea cukai Ban Vuoc di komune Bat Xat, putaran konsultasi kedua telah dilakukan bersama kementerian dan lembaga terkait. Masukan tambahan disebut telah dimasukkan untuk menyempurnakan proposal sebelum diajukan kepada Perdana Menteri. Jika disetujui, proyek ini diharapkan menjadi dasar untuk menarik investor membangun infrastruktur gerbang perbatasan pintar dengan pemanfaatan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama untuk memangkas waktu dan biaya proses kepabeanan.
Di sisi lain, perencanaan alokasi lahan juga dinilai perlu dilakukan secara efektif guna menarik investasi sistem logistik modern, setidaknya 4PL atau lebih tinggi sesuai standar internasional. Pengembangan kawasan industri dan penambahan proyek di kawasan tersebut diproyeksikan meningkatkan pasokan barang dan arus logistik, sekaligus menciptakan nilai produksi, lapangan kerja, serta menambah penerimaan anggaran negara.
Data historis menunjukkan pertumbuhan aktivitas perdagangan lintas batas di Lao Cai. Pada 2001, total nilai impor dan ekspor melalui gerbang perbatasan Lao Cai tercatat hampir 210 juta dolar AS dan meningkat menjadi 723 juta dolar AS pada 2007, dengan rata-rata pertumbuhan hampir 20% per tahun pada periode 2001–2007. Pada 2019, omzet impor-ekspor mencapai 3,8 miliar dolar AS, yang disebut sebagai level tertinggi sebelum pandemi Covid-19. Setelah pandemi, aktivitas impor dan ekspor dilaporkan pulih kuat.
Pada 2024, total nilai ekspor dan impor mencapai 3,625 miliar dolar AS atau naik 68% dibanding 2023. Lao Cai juga disebut menjadi pintu gerbang terbesar kedua di negara tersebut untuk pengurusan bea cukai produk pertanian, dengan komoditas utama antara lain durian, semangka, dan mangga. Sementara pada 2025, total nilai ekspor dan impor diperkirakan mencapai 3,12 miliar dolar AS.
Quoc menekankan pentingnya reformasi prosedur administrasi sebagai pekerjaan yang harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Menurut dia, waktu menjadi isu utama bagi dunia usaha. Ia menilai tidak dapat diterima apabila prosedur administrasi yang sudah dipublikasikan justru membutuhkan waktu lama untuk diselesaikan.
Ia juga menegaskan posisi gerbang perbatasan Lao Cai bukan semata milik provinsi, melainkan gerbang perbatasan nasional. Karena itu, Lao Cai disebut berkewajiban menciptakan kondisi paling menguntungkan bagi arus barang dari Vietnam dan Tiongkok, maupun negara ketiga, untuk melintasi perbatasan. Dalam konteks ini, Lao Cai diposisikan sebagai “jembatan” antara pasar Yunnan dan Tiongkok barat daya dengan Vietnam serta ASEAN, termasuk koneksi ke pelabuhan.
Dalam beberapa waktu terakhir, Lao Cai disebut proaktif berinvestasi dan meningkatkan infrastruktur, terutama transportasi, pasokan listrik, dan infrastruktur digital. Pada saat yang sama, daerah ini juga menaruh perhatian pada infrastruktur “lunak” seperti penyederhanaan prosedur administrasi, transformasi digital, serta berbagi informasi terkait logistik dan barang, dengan tujuan menekan waktu dan biaya logistik serta meningkatkan efisiensi kepabeanan di perbatasan.
Memasuki 2026, aktivitas di gerbang perbatasan Lao Cai menunjukkan sejumlah indikator positif. Di Gerbang Perbatasan Jalan Internasional Lao Cai–Ha Khau, jumlah penyeberang per hari dilaporkan berkisar 7.000–8.000 orang, sementara selama liburan Tahun Baru selama empat hari terdapat sekitar 50.000 penyeberangan. Di Gerbang Perbatasan Jalan Internasional Kim Thanh No. 2, arus impor-ekspor disebut berjalan lancar dengan rata-rata sekitar 500 truk kontainer melintas setiap hari tanpa kemacetan. Selama liburan Tahun Baru empat hari pada 2026, tercatat 703 deklarasi bea cukai diproses, 1.282 kendaraan keluar-masuk, dan total omzet impor-ekspor mencapai lebih dari 12,5 juta dolar AS.
Dengan strategi yang disebut terfokus, terarah, serta didukung tujuan dan peta jalan yang jelas, Lao Cai menyatakan optimistis dapat mencapai target 10 miliar dolar AS untuk total nilai barang ekspor dan impor melalui provinsi tersebut pada 2030.

