Isu integritas profesi akuntan dan kesiapan lulusan memasuki dunia industri menjadi fokus dalam kuliah tamu yang digelar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) di Auditorium Multikultural kampus setempat. Melalui forum ini, mahasiswa diajak memahami praktik akuntansi forensik untuk mendeteksi kecurangan keuangan sekaligus melihat standar kompetensi yang dibutuhkan perusahaan di tengah persaingan kerja yang kian ketat.
Managing Partner Kantor Akuntan Publik Sendy Cahyadi dan Erry Febrianto Saputra, Sendy Cahyadi, SE., MSA., Ak., CA., CPA., menyoroti potensi fraud atau kecurangan dalam laporan keuangan yang dinilai semakin menantang. Menurutnya, perkembangan teknologi dan kompleksitas transaksi bisnis membuat penyimpangan lebih sulit terdeteksi apabila tidak ditangani tenaga profesional dengan keahlian khusus.
Ia menjelaskan, akuntansi forensik kini menjadi salah satu pendekatan penting untuk mengungkap praktik manipulasi keuangan. Peran akuntan, kata dia, tidak lagi sebatas menyusun laporan keuangan, tetapi juga memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam proses bisnis.
“Akuntansi forensik memiliki peran penting dalam mendeteksi kecurangan atau fraud, terutama di era digital ketika transaksi semakin kompleks. Dalam kondisi seperti ini, akuntan dituntut tidak hanya teliti tetapi juga memiliki integritas tinggi agar mampu menjaga transparansi laporan keuangan,” kata Sendy.
Sendy menambahkan, ketelitian menelusuri alur transaksi serta kemampuan analisis yang kuat menjadi kompetensi yang tidak bisa ditawar bagi akuntan masa kini. Namun, ia menegaskan kemampuan teknis perlu dibarengi etika profesi yang kuat.
Selain isu integritas keuangan, diskusi juga menyoroti kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan industri. HR dan GA Manager PT Indolakto, Yasman Suparyo, S.E., M.M., CHRM., menyampaikan bahwa perusahaan, termasuk perusahaan multinasional, tidak hanya mempertimbangkan nilai akademik saat menyeleksi kandidat.
Menurut Yasman, kemampuan beradaptasi, komunikasi, serta pemahaman terhadap budaya kerja profesional kerap menjadi faktor penentu. Ia memaparkan pengelolaan sumber daya manusia di perusahaan manufaktur dilakukan secara sistematis untuk menjaga efisiensi operasional, sehingga lulusan perguruan tinggi perlu memahami ekspektasi dunia kerja sejak dini.
Yasman juga menggambarkan standar kerja di perusahaan multinasional yang menuntut disiplin tinggi dan kolaborasi tim. Ia menilai hal itu menjadi tantangan sekaligus peluang bagi lulusan baru yang ingin berkembang di dunia industri.
Sesi diskusi berlangsung interaktif ketika mahasiswa mengajukan pertanyaan kritis, antara lain mengenai tantangan karier bagi lulusan baru dan pemanfaatan teknologi dalam audit forensik. Antusiasme tersebut mencerminkan ketertarikan mahasiswa terhadap dinamika dunia kerja yang akan dihadapi setelah lulus.
Forum ini sekaligus menunjukkan keterkaitan antara isu integritas keuangan dan kesiapan sumber daya manusia dalam membangun ekosistem bisnis yang sehat. Kegiatan tersebut mengusung tema implementasi strategis Tri Dharma Perguruan Tinggi dan diikuti mahasiswa FEB Unikama angkatan 2023 hingga 2025 bersama para dosen.
Dekan FEB Unikama, Dr. Rita Indah Mustikowati, SE., MM., mengatakan kuliah tamu menjadi bagian dari upaya kampus mempertemukan mahasiswa dengan praktik dunia profesional secara langsung.
“Melalui kuliah tamu ini, kami berharap para mahasiswa memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai pentingnya integrasi keilmuan, termasuk pengembangan akuntansi forensik, manajemen operasional, dan kebijakan ekonomi dalam membangun ekosistem bisnis yang transparan dan berintegritas,” ujar Rita.
Rita berharap pengalaman berdialog langsung dengan praktisi industri dan profesional dapat memperkaya perspektif akademik mahasiswa sekaligus menjadi bekal menghadapi tantangan dunia kerja ke depan.