BERITA TERKINI
Konflik Timur Tengah Picu Kekhawatiran Dunia Usaha di Thanh Hoa: Biaya Logistik Naik, Rantai Pasok Tertekan

Konflik Timur Tengah Picu Kekhawatiran Dunia Usaha di Thanh Hoa: Biaya Logistik Naik, Rantai Pasok Tertekan

Konflik di Timur Tengah memunculkan kekhawatiran di kalangan dunia usaha di Provinsi Thanh Hoa. Pelaku usaha menilai situasi ini berpotensi memengaruhi harga minyak dan jaringan transportasi global, yang pada akhirnya mendorong kenaikan biaya logistik, memperpanjang waktu pengiriman, serta mengganggu rantai pasokan.

Tu Thanh Co., Ltd. yang berbasis di Hac Thanh Ward, misalnya, mengekspor sebagian besar produknya ke pasar Eropa, Amerika, dan Timur Tengah melalui jalur laut. Perusahaan menyebut pesanan ke Timur Tengah mencapai sekitar 30%. Direktur perusahaan, Dong Thi Tuyet Anh, mengatakan konflik di kawasan tersebut membuat biaya transportasi dan asuransi kargo meningkat tajam.

Ia menambahkan, perusahaan juga menghadapi fluktuasi dan kenaikan harga bahan baku, serta kenaikan biaya logistik. Di sisi lain, ketersediaan kontainer terkadang terbatas, sehingga waktu pengiriman ke Eropa dapat mundur 7–10 hari dibanding jadwal yang direncanakan. Kondisi ini disebut memberikan tekanan besar terhadap pemenuhan kontrak dan arus kas perusahaan.

Tekanan serupa dirasakan sektor tekstil dan garmen. Ketua Asosiasi Tekstil dan Garmen Provinsi Thanh Hoa, Trinh Xuan Lam, menyampaikan bahwa industri ini sangat bergantung pada transportasi laut. Sejumlah perusahaan di Thanh Hoa mulai bernegosiasi dengan mitra untuk menyesuaikan tarif transportasi dan memperpanjang waktu pengiriman, sekaligus menyesuaikan jadwal produksi guna menghindari risiko lonjakan biaya pengiriman secara tiba-tiba.

Lam menyebut adanya dukungan dari pelanggan tradisional yang bersedia berbagi risiko dalam jangka pendek. Ia mengatakan pelaku usaha akan berfokus pada optimalisasi manajemen untuk menghemat biaya, serta mengalihkan perhatian ke pasar khusus dan mengembangkan pasar domestik untuk menstabilkan pasokan produksi.

Pelaku usaha di Thanh Hoa menilai dampak konflik tidak hanya dirasakan perusahaan berorientasi ekspor. Impor barang dan bahan baku juga diperkirakan terdampak, sehingga dapat memengaruhi produksi dan aktivitas bisnis.

Wakil Direktur Jenderal Perusahaan Investasi dan Pengembangan Medis An Sinh, Le Thi Hoa, mengatakan lebih dari 80% barang perusahaan diimpor. Menurutnya, beberapa mitra telah menyesuaikan biaya logistik naik sekitar 10–15% sehingga meningkatkan harga barang impor. Selain itu, fluktuasi nilai tukar dolar AS (USD) yang menguat dalam beberapa hari terakhir turut menambah biaya operasional. Dengan kenaikan tersebut, perusahaan memperkirakan perlu menyesuaikan harga jual kepada konsumen.

Di sektor perminyakan, Wakil Direktur Petrolimex Thanh Hoa Co., Ltd., Mai Thanh, menyatakan bahwa dalam jangka pendek harga bensin dan solar telah berfluktuasi naik. Ia juga mengingatkan, apabila konflik berlanjut, terdapat risiko kesulitan pasokan minyak impor.

Menurut Mai Thanh, Grup Minyak Nasional Vietnam telah meningkatkan impor dan menginstruksikan perusahaan-perusahaan anggota untuk memperkuat pengendalian penjualan serta menerapkan langkah-langkah membatasi risiko spekulasi, dengan tujuan memenuhi kebutuhan konsumsi dan produksi dalam sistem distribusi Petrolimex.

Di tengah perkiraan bahwa konflik politik dan fluktuasi perdagangan global dapat terus berlanjut dan memengaruhi rencana produksi serta bisnis, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan mengeluarkan rekomendasi agar perusahaan proaktif berkomunikasi dengan mitra untuk menegosiasikan ulang harga dan waktu pengiriman. Kontrak juga disarankan memuat klausul kompensasi dan pembebasan tanggung jawab dalam situasi darurat untuk mengurangi potensi risiko dan kerugian. Selain itu, perusahaan diminta mempertimbangkan diversifikasi sumber pasokan dan pasar sebagai langkah adaptasi guna menjaga stabilitas rantai pasok.