Maraknya investasi ilegal atau investasi bodong yang merugikan masyarakat di berbagai daerah mendorong Komunitas Moonbot menggelar edukasi literasi finansial digital bagi warga Banyuwangi dan sekitarnya. Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat pemahaman masyarakat di tengah banyaknya tawaran investasi yang tidak jelas.
Edukasi tersebut berlangsung di Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center pada Rabu (11/2/2026). Selain menjadi ruang pembelajaran terbuka mengenai pemanfaatan teknologi otomatisasi strategi pada aset digital, kegiatan ini juga diposisikan sebagai langkah preventif agar masyarakat memiliki bekal literasi yang lebih kuat sebelum mengambil keputusan finansial.
Acara diikuti 43 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari masyarakat umum yang masih awam hingga anggota komunitas yang ingin memperdalam sistem otomatisasi strategi. Format kegiatan dirancang edukatif dan interaktif, dengan penekanan pada pemahaman mekanisme sistem, manajemen risiko, serta penggunaan teknologi yang bertanggung jawab.
Sesi pembuka disampaikan oleh I Wayan Muliana, mantan pengusaha perhotelan asal Bali. Ia memaparkan teknologi strategi otomatisasi, pola kerja sistem berbasis algoritma, hingga pendekatan taktis dalam mengelola risiko. “Pemahaman mendalam terhadap sistem dan disiplin dalam eksekusi jauh lebih penting daripada sekadar mengejar hasil instan,” ujarnya.
Pembicara utama, Vinsen Fernando, pengusaha, investor, dan networker dari Surabaya, membahas potensi perkembangan kripto di tingkat global. Ia juga menyoroti trauma investasi yang dialami banyak orang akibat minimnya edukasi dan paparan skema ilegal. “Pemulihan kepercayaan investor tidak bisa dilakukan dengan janji manis keuntungan tinggi. Sebaliknya, hal itu harus dibangun melalui transparansi sistem, disiplin strategi, dan kontrol risiko yang ketat,” katanya.
Dalam sesi edukasi, peserta mendapat panduan praktis untuk mengenali ciri-ciri investasi bodong, termasuk penawaran imbal hasil yang tidak realistis. Mereka juga diarahkan untuk melakukan verifikasi legalitas platform, mengecek izin operasional, serta memahami model bisnis sebelum mengambil keputusan finansial.
Penyelenggara sekaligus pionir Moonbot Banyuwangi, Endangwangi dan Mega Yuniartik, yang berlatar belakang akademisi atau dosen, menekankan pentingnya membedakan platform teknologi berizin dengan skema ilegal. Endangwangi menyampaikan bahwa Moonbot telah mengantongi izin dari Bappebti pada 2023 dan memperoleh persetujuan otoritas sektor jasa keuangan pada September 2025. Pernyataan itu disampaikan pada Senin (16/3/2026).
Rangkaian acara mencakup pemaparan materi inti, studi kasus, dan diskusi tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat saat membahas keamanan sistem, mitigasi risiko, serta praktik penggunaan teknologi finansial secara bijak.
Endangwangi menegaskan komunitasnya berkomitmen mendorong edukasi dan pendampingan berkelanjutan di bidang teknologi finansial digital. Kegiatan lanjutan juga direncanakan berlangsung secara berkala untuk memperluas literasi dan memperkuat ketahanan masyarakat terhadap penawaran investasi ilegal.