BERITA TERKINI
Ketua Majelis Nasional Minta Kantor Pemeriksa Keuangan Perkuat Audit Dini untuk Awasi Keuangan dan Aset Publik

Ketua Majelis Nasional Minta Kantor Pemeriksa Keuangan Perkuat Audit Dini untuk Awasi Keuangan dan Aset Publik

Ketua Majelis Nasional meminta Kantor Pemeriksa Keuangan Negara memperdalam dan menelaah lebih cermat persoalan-persoalan praktis agar lembaga tersebut kian efektif menjadi alat utama Majelis Nasional dalam mengawasi pengelolaan keuangan publik dan aset publik.

Dalam pertemuan yang turut dihadiri para Wakil Ketua Majelis Nasional Nguyen Thi Thanh, Nguyen Duc Hai, Vu Hong Thanh, serta sejumlah pimpinan lembaga di bawah Majelis Nasional itu, Ketua Majelis Nasional menekankan perlunya pendekatan audit yang lebih proaktif melalui “audit dini dan jarak jauh”. Menurutnya, mekanisme ini penting untuk segera memberikan peringatan kepada kementerian, sektor, dan daerah guna mencegah korupsi serta praktik negatif dalam proyek dan pekerjaan nasional utama.

Ketua Majelis Nasional juga menilai Kantor Audit Negara telah memberi kontribusi penting bagi capaian negara dan hasil kegiatan Majelis Nasional, terutama dalam membantu menstabilkan pendapatan dan pengeluaran serta menghemat belanja anggaran negara.

Seiring tahun 2026 yang disebut sebagai tahun pertama pelaksanaan Resolusi Kongres Nasional Partai ke-14, Ketua Majelis Nasional meminta sektor audit segera mengonkretkan semangat resolusi tersebut dalam seluruh aktivitasnya. Ia mendorong peningkatan efektivitas dan efisiensi audit agar sejalan dengan tuntutan pembangunan nasional pada era baru.

Ia menegaskan audit tidak semestinya hanya berfokus pada temuan pelanggaran setelah terjadi. Kantor Pemeriksa Keuangan Negara diminta memanfaatkan keahlian profesional dan informasi dari berbagai sumber untuk memberi nasihat secara proaktif kepada Partai dan Negara, dengan penekanan pada peningkatan proaktivitas, kemampuan peramalan, serta pencegahan risiko sejak awal.

Dari sisi metode kerja, Ketua Majelis Nasional mendorong inovasi yang efisien dan praktis tanpa mengorbankan kualitas. Ia menyebut tugas audit tahunan telah ditinjau, disetujui, dan diapresiasi oleh Majelis Nasional, serta menjadi landasan untuk peningkatan kualitas operasional, pembaruan cara berpikir dan metode, serta penguatan efektivitas dan kepraktisan pelaksanaan.

Ketua Majelis Nasional juga menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia. Ia mencatat banyak staf pemeriksa keuangan masih berusia muda dengan kemampuan profesional, politik, bahasa asing, dan komputer yang baik. Namun, setiap pejabat tetap diminta proaktif berlatih, belajar, serta meningkatkan keterampilan profesional dan perilaku etis.

Menurutnya, pembentukan tim auditor harus memastikan keseimbangan kebajikan dan bakat, dengan kebajikan sebagai fondasi. Auditor diminta menjaga integritas politik dan karakter moral, bekerja objektif dan tidak memihak, serta memberi umpan balik konstruktif agar unit yang diaudit dapat segera memperbaiki kekurangan dan meningkatkan tata kelola.

Ketua Majelis Nasional turut meminta seluruh sektor terus memupuk solidaritas dan persatuan, menerapkan prinsip “persatuan dari atas ke bawah, koordinasi yang lancar dari atas ke bawah”, serta melaksanakan resolusi terkait, termasuk Resolusi Kongres Nasional Partai ke-14.

Dalam konteks menyambut Tahun Baru Imlek, Ketua Majelis Nasional meminta para pejabat, pegawai negeri sipil, dan karyawan Kantor Pemeriksa Keuangan Negara menjalankan arahan Komite Sentral Partai dan Perdana Menteri dengan sungguh-sungguh, segera memulai pekerjaan, serta memastikan kemajuan dan kualitas tugas yang diberikan.

Ia juga mengingatkan bahwa 2026 merupakan tahun persiapan pemilihan Majelis Nasional ke-16 dan pemilihan perwakilan Dewan Rakyat di semua tingkatan, sehingga beban kerja diperkirakan besar dan menuntut upaya proaktif serta tanggung jawab tinggi dari seluruh sektor.

Pada kesempatan itu, Ketua Majelis Nasional menyampaikan ucapan selamat tahun baru kepada seluruh jajaran Kantor Pemeriksa Keuangan Negara dan berharap lembaga tersebut terus membuktikan diri sebagai instrumen efektif bagi Partai dan Negara dalam memeriksa dan mengendalikan pengelolaan serta penggunaan keuangan dan aset publik, termasuk dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi, pemborosan, dan praktik negatif.

Ketua Majelis Nasional juga menyampaikan bahwa perayaan Tahun Baru Imlek Tahun Kuda berlangsung hangat, gembira, dan aman. Ia menyebut lembaga di berbagai tingkatan dan sektor, termasuk Kantor Pemeriksa Keuangan Negara, telah melaksanakan Arahan 55 Komite Sentral Partai terkait penyelenggaraan Tahun Baru Imlek Tahun Kuda 2026.

Selain itu, ia memaparkan sejumlah capaian negara pada 2025 di tengah berbagai kesulitan dan tantangan global maupun kawasan. Disebutkan pertumbuhan ekonomi mencapai 8,02%, nilai ekonomi sekitar 514 miliar dolar AS, pendapatan per kapita melampaui 5.000 dolar AS, serta nilai impor-ekspor mencetak rekor 930 miliar dolar AS.

Di akhir pertemuan, Auditor Jenderal Negara Ngo Van Tuan menyatakan akan menindaklanjuti arahan Ketua Majelis Nasional dan mewujudkannya dalam rencana operasional 2026 dan tahun-tahun berikutnya. Pimpinan Kantor Pemeriksa Keuangan Negara juga melaporkan fokus kerja ke depan, antara lain pendidikan politik dan ideologi serta etika pelayanan publik, pelatihan dan pengembangan profesional untuk meningkatkan kualitas audit, penyusunan rencana audit yang ringkas namun berkualitas dan efisien, inovasi metode audit dari perencanaan hingga pelaksanaan, serta penguatan organisasi audit agar selaras dengan model pemerintahan tiga tingkat dan pelaksanaan undang-undang serta resolusi baru yang disahkan Majelis Nasional ke-15 pada sesi ke-9 dan ke-10.