BERITA TERKINI
Ketegangan Timur Tengah Dorong Harga Minyak Melonjak, Saham AS Turun dan Dolar Menguat

Ketegangan Timur Tengah Dorong Harga Minyak Melonjak, Saham AS Turun dan Dolar Menguat

Pasar keuangan global bergerak negatif setelah ketegangan di Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak dunia. Kondisi tersebut menekan pasar saham Amerika Serikat, sementara dolar AS menguat seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap risiko inflasi dan prospek ekonomi global.

Indeks acuan S&P 500 tercatat turun 1%, sejalan dengan pelemahan yang juga terlihat di pasar Asia dan Eropa. Di pasar energi, minyak Brent melonjak 7,5% hingga mendekati US$79 per barel.

Kenaikan harga minyak terjadi di tengah penutupan Selat Hormuz, jalur di lepas pantai Iran yang mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Situasi ini menambah kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan dan potensi kenaikan harga energi yang lebih lanjut.

Di sisi lain, investor beralih ke aset yang dinilai lebih aman. Harga emas di pasar dunia mendekati US$5.400 per troy ons. Pada saat yang sama, indeks dolar AS naik 0,5%.

Pergerakan juga terlihat pada pasar obligasi pemerintah AS, dengan imbal hasil tenor jangka pendek terpantau naik. Investor menimbang apakah kenaikan harga energi dapat mendorong inflasi bergerak lebih cepat dari perkiraan, sehingga membuat bank sentral AS (Federal Reserve) menjadi kurang cenderung untuk menurunkan suku bunga.