Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memfasilitasi kegiatan Walk-In Interview sebagai upaya mempercepat pertemuan antara pencari kerja dan perusahaan. Skema ini dirancang untuk memangkas alur rekrutmen yang panjang, sekaligus terintegrasi dengan platform SIAPkerja agar proses berjalan lebih cepat dan transparan.
Dalam pelaksanaan terbaru, sebanyak 150 pencari kerja mengikuti Walk-In Interview untuk memperebutkan 11 kuota tenaga kerja pada sembilan posisi di perusahaan industri makanan se-Indonesia, dengan penempatan di wilayah Jabodetabek.
Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, mengatakan model wawancara langsung merupakan bentuk kehadiran negara dalam memfasilitasi pertemuan pencari kerja dan pemberi kerja secara efisien. Menurutnya, pendekatan ini juga memperkuat integrasi layanan ketenagakerjaan melalui SIAPkerja.
“Metode walk-in interview ini lebih efektif dalam penyerapan tenaga kerja dibandingkan melalui seleksi administrasi online yang memakan waktu lebih lama,” ujar Cris saat meninjau pelaksanaan Walk-In Interview di Gedung Pusat Pasar Kerja, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Ia menjelaskan, mekanisme tersebut membuat proses rekrutmen menjadi lebih ringkas karena perusahaan tidak hanya menilai kandidat berdasarkan curriculum vitae (CV), tetapi juga dapat langsung berinteraksi dengan pencari kerja. Dari sisi pencari kerja, proses ini dinilai memberikan kejelasan tahapan sejak awal serta mengurangi waktu tunggu yang kerap berlangsung lama.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap talenta Indonesia mendapatkan akses yang cepat dan transparan untuk memperoleh pekerjaan,” kata Cris.
Cris juga mengimbau para pencari kerja untuk rutin memperbarui dan memaksimalkan profil pada aplikasi SIAPkerja. Ia menilai profil yang tertata dengan baik dapat mempercepat proses verifikasi pada kesempatan seleksi berikutnya.
Melalui kegiatan ini, Kemnaker menegaskan perannya tidak hanya sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai pengawas agar proses rekrutmen berjalan sesuai regulasi ketenagakerjaan yang berlaku, termasuk pemenuhan hak-hak pekerja sejak tahap awal seleksi. Dengan demikian, percepatan proses rekrutmen tetap disertai kepastian prosedur yang tertib dan akuntabel.
“Kami imbau masyarakat, khususnya para pencaker yang ingin mengikuti agenda walk-in interview selanjutnya, untuk terus memantau informasi resmi melalui kanal media sosial @kemnaker dan portal resmi kemnaker.go.id,” ujar Cris.
Ia juga mengajak pencari kerja menyebarluaskan informasi bahwa Walk-In Interview digelar secara rutin di Gedung Pusat Pasar Kerja agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses yang sama terhadap peluang kerja.
Sementara itu, Talent Acquisition Specialist PT Bangkit Lakukuliner Indonesia, Carmenita Natali, menyatakan pola walk-in interview membantu perusahaan menjaring pencari kerja yang dinilai berkualitas sekaligus mempercepat penyerapan tenaga kerja. “Kami harap pemerintah terus mendukung industri food and beverages dalam pola rekrutmen pencaker seperti ini,” ujarnya.

