Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata menyelenggarakan konferensi pelatihan khusus mengenai manajemen keuangan dan aset publik bagi lembaga serta unit administrasi di bawah kementerian. Kegiatan ini ditujukan untuk memperbarui pemahaman atas kebijakan terbaru, meningkatkan kesadaran dan keterampilan pengelolaan keuangan dan aset publik, sekaligus merumuskan tugas-tugas utama tahun 2026 bagi pimpinan unit serta pegawai yang menangani keuangan, akuntansi, dan bidang terkait.
Dalam sambutan pembukaan, Wakil Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Ho An Phong menyampaikan bahwa kementerian dalam beberapa waktu terakhir telah menjalankan berbagai tugas penting terkait pengelolaan keuangan dan aset publik dengan hasil yang dinilai positif. Menurutnya, pelaksanaan tersebut pada dasarnya memenuhi persyaratan hukum dan mendukung pemenuhan tugas-tugas politik sektor. Ia menambahkan, pengelolaan keuangan dan aset publik kian sistematis, sementara pelaksanaan anggaran tetap menjaga kemajuan, kualitas, dan kesesuaian di tengah keterbatasan sumber daya anggaran.
Meski demikian, Ho An Phong mengakui masih terdapat sejumlah keterbatasan. Karena itu, ia menilai pelatihan untuk meningkatkan sekaligus memperbarui pengetahuan, termasuk aturan hukum baru terkait keuangan dan aset publik bagi aparatur di sektor kebudayaan, olahraga, dan pariwisata, menjadi kebutuhan.
Wakil Menteri juga menyoroti perkembangan sistem kebijakan dan hukum yang terus diperbarui, terutama terkait pengelolaan anggaran negara dan aset publik. Di antaranya Resolusi No. 79-NQ/TW tentang pengembangan ekonomi negara, Resolusi No. 80-NQ/TW tentang pengembangan budaya Vietnam, Undang-Undang Anggaran Negara No. 89/2025/QH15 yang berlaku mulai tahun anggaran 2026, serta sejumlah undang-undang yang diubah dan ditambah terkait investasi, tender, dan aset publik yang berlaku mulai pertengahan 2025. Sejalan dengan itu, Menteri Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata juga menerbitkan Surat Edaran No. 06/2026/TT-BVHTTDL mengenai desentralisasi kewenangan dalam pengelolaan keuangan dan aset publik.
Ho An Phong menyatakan perubahan regulasi tersebut menuntut pimpinan unit dan staf profesional untuk terus memperbarui serta memahami aturan secara menyeluruh agar mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik. Ia meminta peserta mengikuti pelatihan dengan serius, aktif bertukar pengalaman, dan segera mengatasi kendala-kendala praktis yang dihadapi.
Dalam konferensi itu, Wakil Direktur Departemen Perencanaan dan Keuangan, Khuong Thi Nhan, menyampaikan bahwa kementerian saat ini memiliki 87 badan dan unit afiliasi. Jumlah tersebut mencakup 15 badan negara dan 56 unit layanan publik, serta 16 unit layanan publik di bawah badan yang menggunakan dana anggaran.
Ia menambahkan, pada periode 2021–2025 kementerian beserta unit-unitnya telah menjalani inspeksi dan audit atas pengelolaan keuangan dan aset publik. Hasil pemeriksaan menemukan sejumlah kekurangan dalam praktik akuntansi, namun tidak terdapat tanda-tanda penggelapan atau korupsi. Unit-unit terkait disebut telah menindaklanjuti dan memperbaiki temuan sesuai rekomendasi otoritas berwenang.
Materi pelatihan mencakup topik-topik praktis, antara lain panduan perencanaan dan penganggaran, manajemen aset publik, pengadaan dan penawaran, penyusunan laporan keuangan akhir serta laporan laba rugi, hingga penerapan teknologi dalam akuntansi. Peserta juga berlatih menggunakan perangkat lunak akuntansi MISA Mimosa Online dan mengakses alat berbasis kecerdasan buatan untuk mendukung operasional akuntansi.
Selain itu, para dosen dari Kementerian Keuangan memberikan bimbingan langsung dan menjawab pertanyaan seputar manajemen keuangan dan aset publik, pengadaan dan tender, ketentuan akuntansi administrasi dan layanan publik, konversi data sesuai aturan baru, serta penerapan transformasi digital dalam pengelolaan keuangan.
Melalui pelatihan ini, kementerian berharap efisiensi pengelolaan keuangan dan aset publik dapat meningkat sehingga penggunaan sumber daya menjadi lebih efektif dan mendukung pelaksanaan tugas politik serta kegiatan kebudayaan, olahraga, dan pariwisata pada masa mendatang.