Sebanyak 500 pelaku usaha mikro di Kota Surakarta mengikuti kegiatan literasi dan edukasi keuangan yang digelar di Pendhapi Balaikota Solo, Jumat, 17 April 2026. Peserta berasal dari pelaku UMKM, kelompok wanita tani, hingga jaringan perempuan usaha kecil (Jarpuk).
Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman pengelolaan keuangan sekaligus memperkuat kapasitas pelaku usaha agar dapat berkembang secara berkelanjutan. Literasi keuangan juga dinilai penting untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengatakan, kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari sektor keuangan. Sejumlah pihak, mulai dari perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga layanan digital, turut memberikan edukasi kepada peserta.
“Kami sangat bangga dan berterima kasih karena memilih Kota Surakarta sebagai tuan rumah. Harapannya seluruh peserta bisa mendapatkan wawasan literasi keuangan yang mumpuni sehingga pelaku UMKM, kelompok wanita tani, dan jaringan perempuan usaha kecil bisa lebih kuat dalam pengelolaan keuangan dan bisnisnya,” ujar Astrid.
Menurutnya, peningkatan literasi keuangan menjadi salah satu kunci memperkuat ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha kecil dan perempuan. Dengan pemahaman yang baik, pelaku usaha diharapkan mampu mengelola keuangan secara lebih efektif.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo Dwiyanto Cahyo Sumirat menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi yang dilakukan secara inklusif dan berkelanjutan. Ia menilai sinergi antarpemangku kepentingan menjadi faktor utama dalam mendorong keberhasilan program.
“Pemberdayaan ekonomi dan keuangan harus dilakukan secara masif, inklusif, dan tepat sasaran, terutama bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat berpendapatan rendah. Melalui kolaborasi, kita dapat menciptakan ekosistem keuangan yang lebih aman, adil, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, para pelaku usaha di Surakarta diharapkan semakin mampu mengelola keuangan dengan baik, memperkuat usahanya, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.