Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha untuk menghadapi ketidakpastian global, termasuk konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. Menurutnya, kekompakan kedua pihak menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah situasi dunia yang dinilai sedang tidak baik-baik saja.
“Tentu dunia tidak baik-baik saja, tapi kelihatannya pemerintah dan dunia usaha kalau kompak ada jalannya. Tapi tidak boleh tentunya kita jumawa,” ujar Anindya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3) malam.
Anindya menilai kolaborasi pemerintah dan sektor swasta diperlukan agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, inflasi terkendali, serta penciptaan lapangan kerja dan pengusaha baru terus berkembang. Ia menyebut Kadin akan kembali berkoordinasi dengan konstituen di tingkat daerah untuk memastikan kesiapan hingga level kabupaten/kota dalam merespons dinamika global.
Di tengah tekanan ekonomi dunia, Anindya juga melihat adanya peluang yang bisa dimanfaatkan. Ia mendorong perubahan pola pikir agar Indonesia lebih mandiri dan mampu berdiri di atas kaki sendiri. Dunia usaha, kata dia, siap mendukung berbagai program pemerintah, termasuk inisiatif sosial yang bertujuan menggerakkan ekonomi hingga ke daerah.
Terkait potensi dampak kenaikan harga minyak, Anindya menyatakan pelaku usaha memahami bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah skema dan skenario mitigasi. Menurutnya, hal itu memberikan keyakinan bahwa negara telah menyiapkan langkah antisipasi.
Meski demikian, ia menekankan perlunya efisiensi dan penghematan di kalangan pelaku usaha untuk menjaga daya tahan di tengah situasi yang menantang. Pengelolaan biaya energi, menurutnya, juga penting agar tidak menambah beban anggaran subsidi.
“Tentu tetap kita mesti mengadakan penghematan di sana-sini. Tentunya bagaimana untuk lebih hemat dan juga ke arah listrik dan lain-lain untuk mengurangi beban subsidi. Tapi kita cukup yakin,” jelasnya.
Dari sisi likuiditas, Anindya menyebut kondisi perbankan relatif memadai sehingga ruang pembiayaan bagi dunia usaha masih tersedia. Namun, ia menegaskan bahwa prioritas saat ini adalah bertahan dan menjaga stabilitas, sembari bersama-sama mencari peluang untuk kembali tumbuh.

