Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menggandeng Bank Syariah Indonesia (BSI) serta Yayasan Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan untuk memberikan edukasi literasi keuangan kepada para santri yang telah memasuki usia pemilik KTP pemula.
Edukasi tersebut dikemas dalam kegiatan Gerak Syariah (Gebyar Ramadan Keuangan Syariah) sebagai upaya preventif agar generasi muda tidak terjebak berbagai bentuk kejahatan finansial digital yang marak terjadi, seperti investasi bodong, pinjaman online ilegal, hingga judi online.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, mengatakan kelompok usia muda yang baru memiliki KTP termasuk kategori rentan karena secara hukum sudah bisa melakukan transaksi keuangan secara mandiri.
“Santri tingkat Aliyah rata-rata sudah berusia 17 tahun dan memiliki KTP. Mereka rentan karena secara hukum sudah bisa bertransaksi sendiri, misalnya menggunakan layanan PayLater atau bahkan pinjaman online. Karena itu kami berupaya menanamkan pemahaman sejak dini agar mereka bisa mandiri secara finansial tanpa terjerumus dampak negatif digitalisasi,” ujar Agus, Jumat, 13 Maret 2026.
Menurut Agus, momen Ramadan hingga Idulfitri kerap dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk menawarkan layanan keuangan yang tidak jelas legalitasnya. Generasi muda yang baru memiliki identitas resmi dinilai menjadi salah satu sasaran karena masih minim pengalaman dalam mengelola keuangan.
Melalui program ini, OJK bersama perbankan syariah memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang bijak, pentingnya menjaga keamanan data pribadi, serta cara mengenali layanan keuangan yang legal dan berada dalam pengawasan otoritas.
Sementara itu, mewakili pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan, Kiai Maman Kurman menyambut baik kolaborasi edukasi tersebut. Ia menilai kegiatan ini penting untuk membekali santri agar lebih siap menghadapi tantangan ekonomi di era digital.
Melalui kegiatan ini, para santri pemilik KTP pemula diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik dalam mengelola keuangan, terutama menjelang Lebaran yang identik dengan meningkatnya aktivitas transaksi masyarakat.