BERITA TERKINI
IMF Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5% pada 2025, Pemerintah Nilai Fundamental Tetap Kuat

IMF Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5% pada 2025, Pemerintah Nilai Fundamental Tetap Kuat

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menilai proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi indikator ketangguhan ekonomi nasional di tengah dinamika global.

IMF baru-baru ini memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5,0% pada 2025 dan 5,1% pada 2026. Proyeksi tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia.

“Proyeksi IMF ini menunjukkan bahwa fundamental perekonomian Indonesia tetap kuat dan terjaga, meskipun tekanan global masih cukup tinggi. Pemerintah terus memastikan kebijakan yang diambil bersifat responsif dan antisipatif guna menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi,” ujar Haryo dalam siaran pers Kemenko Perekonomian, Minggu (25/1).

Haryo menyebut, dalam satu dekade terakhir perekonomian Indonesia mencatatkan pertumbuhan di kisaran 5%. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan daya tahan ekonomi nasional sekaligus efektivitas kebijakan makroekonomi yang ditempuh.

Ia juga menyoroti stabilitas inflasi yang terjaga, disiplin fiskal yang konsisten, serta kredibilitas pengelolaan anggaran sebagai fondasi penting bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, rekam jejak pengelolaan fiskal yang prudent, termasuk komitmen menjaga defisit anggaran dalam batas aman dan pemenuhan kewajiban keuangan negara secara tepat waktu, dinilai turut memperkuat kepercayaan pasar.

Ke depan, prospek perekonomian Indonesia disebut masih memiliki ruang pertumbuhan yang lebih besar. Pemerintah menilai hal itu dapat didukung oleh perbaikan iklim investasi, peningkatan efisiensi alokasi modal, serta peran Indonesia yang semakin strategis dalam perekonomian global.

Dalam konteks tersebut, Indonesia dinilai semakin dipandang tidak hanya sebagai negara yang stabil, tetapi juga sebagai negara dengan peluang investasi jangka panjang yang terbuka.