JAKARTA – Kinerja perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang periode 9–13 Maret 2026 melemah pada sejumlah indikator utama. Pelemahan terlihat pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta penurunan nilai, volume, dan frekuensi transaksi harian.
IHSG tercatat turun 5,91% dalam sepekan dan ditutup di level 7.137,212 pada akhir pekan ini, dari posisi 7.585,687 pada pekan sebelumnya. Sejalan dengan itu, kapitalisasi pasar BEI menyusut 6,96% menjadi Rp12.678 triliun, dibandingkan Rp13.627 triliun pada pekan sebelumnya.
Dari sisi aktivitas perdagangan, rata-rata volume transaksi harian turun 25,49% menjadi 31,55 miliar saham, dari 42,34 miliar saham pada pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga merosot 31,54% menjadi 1,87 juta kali transaksi, dari 2,73 juta kali transaksi.
Rata-rata nilai transaksi harian turut melemah 31,10% menjadi Rp17,20 triliun, dibandingkan Rp24,97 triliun pada pekan sebelumnya.
Di sisi investor asing, pada perdagangan hari ini tercatat jual bersih (net sell) sebesar Rp117,17 miliar. Secara akumulatif sepanjang 2026, investor asing membukukan net sell sebesar Rp8,85 triliun di pasar saham Indonesia.
Meski aktivitas perdagangan menurun, BEI menyampaikan tetap menjalankan sejumlah inisiatif pengembangan pasar modal. Salah satunya peluncuran fitur mode syariah pada aplikasi IDX Mobile untuk memperluas akses informasi investasi berbasis prinsip syariah bagi masyarakat.