Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan 9–13 Maret 2026 ditutup dengan tekanan pada sejumlah indikator utama pasar. Kondisi ini mencerminkan dominasi sentimen negatif yang mewarnai pergerakan harga saham selama periode tersebut.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi sorotan utama setelah mencatat penurunan akumulatif sebesar 5,91% dalam lima hari perdagangan. Koreksi tersebut menempatkan IHSG pada posisi penutupan akhir pekan di level 7.137,212.
Angka itu menunjukkan penurunan yang cukup tajam dibandingkan penutupan pekan sebelumnya yang berada di level 7.585,687. Selisih kedua level penutupan tersebut menegaskan kedalaman koreksi yang terjadi dalam waktu singkat.
Perubahan ini menjadi perhatian pelaku pasar karena penurunan hampir enam persen dalam sepekan dinilai menandakan adanya tekanan jual yang kuat di pasar. Data pergerakan tersebut merujuk pada catatan resmi perdagangan BEI sebagaimana dilaporkan dalam ringkasan kinerja pasar untuk periode tersebut.