Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada jeda siang perdagangan Jumat, 17 April 2026. Hingga penutupan sesi pertama, IHSG naik 0,20% atau 15,50 poin ke level 7.636.
Sejak pembukaan perdagangan, IHSG sudah bergerak di zona hijau. Pada awal sesi pertama, indeks tercatat berada di level 7.645,8 atau meningkat 24,42 poin (0,32%) dibandingkan penutupan sebelumnya.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyebut pelemahan IHSG pada Kamis sebelumnya dipicu aliran keluar modal asing. Kondisi itu tercermin dari aksi jual bersih (net sell) investor asing senilai Rp1 triliun.
Adapun saham yang paling banyak dilepas investor asing antara lain BBCA, BBRI, BMRI, ASII, dan BREN. Di sisi lain, ekspektasi terkait perdamaian di Timur Tengah masih menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan pelaku pasar.
Di pasar global, bursa saham Amerika Serikat menguat pada perdagangan Kamis. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, didorong optimisme pasar terhadap potensi berakhirnya konflik Iran, menurut Fanny. Pada penutupan perdagangan, S&P 500 naik 0,26%, Nasdaq menguat 0,36%, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,24%.
Sentimen positif turut menguat setelah Presiden Donald Trump menyatakan Israel dan Lebanon sepakat melakukan gencatan senjata. Gencatan senjata disebut dimulai pukul 17.00 waktu AS dan berlangsung selama 10 hari.
Fanny menambahkan, penghentian serangan Israel ke Lebanon disebut menjadi salah satu syarat penting untuk membuka kembali negosiasi AS dan Iran. Trump juga menyampaikan pembicaraan lanjutan kedua negara berpotensi digelar dalam waktu dekat.
Sejalan dengan itu, mayoritas bursa saham Asia juga menguat pada perdagangan Kamis, ditopang optimisme tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik AS dengan Iran. Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 2,38%, Kospi Korea Selatan meningkat 2,21%, Hang Seng Hong Kong menguat 1,72%, dan CSI 300 Tiongkok naik 1,1%.
Pelaku pasar Asia juga menantikan sejumlah data penting, termasuk laporan ketenagakerjaan Australia dan produk domestik bruto (PDB) Tiongkok. Selain itu, Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) dijadwalkan merilis kinerja keuangannya, dengan ekspektasi pasar terhadap lonjakan laba bersih hingga 50% seiring tingginya permintaan chip canggih untuk AI.