Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tanda pemulihan pada awal perdagangan Kamis (22/1/2026). IHSG dibuka di zona hijau dan sempat bergerak hingga level 9.052.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.06 WIB IHSG menguat 0,36 persen dan berada di posisi 9.043. Pada sesi pagi, tercatat volume transaksi mencapai 5,37 miliar saham dengan nilai transaksi Rp2,78 triliun dan frekuensi perdagangan 298.800 kali.
Pergerakan saham didominasi penguatan. Sebanyak 355 saham tercatat naik, 209 saham melemah, dan 394 saham bergerak stagnan.
Sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers antara lain INAI, RMKO, YOII, UANG, PGUN, GPSO, ZATA, HOPE, ASHA, IKAN, dan ELIT. Sementara itu, saham yang menjadi top losers di antaranya KIOS, AIMS, SCNP, STAR, HDIT, CBPE, ESIP, PUDP, EURO, RELF, dan SOFA.
Adapun BRI Danareksa Sekuritas menilai pergerakan IHSG masih dibayangi tekanan, meski bursa saham global mencatatkan penguatan signifikan. Pada perdagangan sebelumnya, indeks utama Wall Street ditutup menguat, dengan Dow Jones Industrial Average naik 1,21 persen ke level 49.077,23, S&P 500 menguat 1,16 persen ke posisi 6.875,62, dan Nasdaq naik 1,18 persen ke level 23.224,82.
Namun, sentimen positif global tersebut dinilai belum sepenuhnya menopang pasar saham domestik. Pada perdagangan terakhir, IHSG ditutup melemah 1,36 persen ke level 9.010, seiring tekanan jual asing. Aksi net foreign sell tercatat mencapai Rp1,88 triliun di pasar reguler.
Menurut penilaian tersebut, tekanan terhadap IHSG dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan domestik. Dari sisi global, pelaku pasar mencermati potensi capital outflow seiring kembali menguatnya wacana kebijakan tarif baru oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pelemahan nilai tukar rupiah juga disebut turut memperbesar tekanan di pasar saham domestik.
Dari dalam negeri, keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen dinilai belum cukup kuat untuk menahan aksi jual investor.
Secara teknikal, IHSG disebut masih berpeluang melanjutkan koreksi dengan level support terdekat di area 8.948 dan resistance di kisaran 9.035. Selama sentimen global dan pergerakan rupiah belum menunjukkan perbaikan yang signifikan, tekanan terhadap IHSG diperkirakan masih berlanjut.
Di tengah kondisi tersebut, sektor komoditas dinilai masih menarik untuk dicermati, khususnya emas. Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di kisaran 4.800, seiring meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian global. Untuk perdagangan hari ini, saham yang direkomendasikan untuk diperhatikan antara lain ANTM, PSKT, dan EMTK.

