Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 24 Februari 2026. IHSG terkoreksi 115,25 poin atau turun 1,37% ke level 8.280,83. Sepanjang sesi, tekanan jual berlangsung konsisten sejak pagi hingga menjelang penutupan, mencerminkan aksi ambil untung serta sentimen negatif yang membayangi sejumlah saham lapis dua dan tiga.
Berdasarkan data perdagangan, total volume transaksi di seluruh pasar mencapai 602,52 juta lot dengan nilai transaksi Rp28,98 triliun dan frekuensi 3,39 juta kali. Di pasar reguler, volume tercatat 532,65 juta lot dengan nilai Rp24,37 triliun dan frekuensi 3,39 juta kali.
Seiring pelemahan IHSG, sejumlah saham mencatat penurunan signifikan dan masuk daftar 10 saham dengan kinerja terburuk (top losers) pada penutupan hari ini.
Penurunan terdalam ditempati PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) dari sektor keuangan. Saham PADI ditutup di 154, turun 12 poin atau 7,23%.
Di posisi berikutnya, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) terkoreksi 75 poin atau 7,18% ke level 970. Selanjutnya, PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) melemah 12 poin atau 7,14% ke harga 156.
PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) turut masuk daftar setelah turun 9 poin atau 7,09% ke level 118. Dari sektor jasa penunjang bisnis, PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) ditutup turun 15 poin atau 7,08% ke 197.
Dari sektor energi, PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) terkoreksi 16 poin atau 6,96% ke level 214. Sementara itu, PT Aman Agrindo Tbk (GULA) melemah 26 poin atau 6,95% ke harga 348.
Berikutnya, PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) turun 12 poin atau 6,94% ke posisi 161. PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPIX) ditutup di 94 setelah terkoreksi 7 poin atau 6,93%.
Melengkapi daftar 10 saham dengan penurunan terdalam, PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) turun 40 poin atau 6,90% ke level 540.
Secara keseluruhan, saham-saham yang berada di peringkat terbawah hari ini didominasi sektor logistik, konsumer, energi, serta jasa penunjang bisnis. Koreksi di atas 6% pada masing-masing saham mencerminkan volatilitas yang tinggi, terutama pada saham berkapitalisasi menengah dengan karakter likuiditas tertentu.
Pelemahan IHSG ke 8.280,83 menunjukkan kecenderungan investor melakukan aksi jual di tengah ketidakpastian sentimen domestik maupun global. Pelaku pasar dinilai perlu lebih selektif, memperhatikan fundamental perusahaan, serta mencermati level support dan resistance teknikal dalam jangka pendek.

