BERITA TERKINI
IHSG Dibuka Naik 1,56% ke 7.695, Transaksi Ramai di Awal Perdagangan

IHSG Dibuka Naik 1,56% ke 7.695, Transaksi Ramai di Awal Perdagangan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia menguat tajam pada pembukaan perdagangan Kamis (5/03/2026). Pada awal sesi I, IHSG naik 118,29 poin atau 1,56% ke level 7.695,35 dibanding penutupan sebelumnya.

Penguatan juga terlihat pada indeks saham unggulan. Indeks LQ-45 yang berisi 45 saham terlikuid dan berkapitalisasi besar naik 12,25 poin atau 1,59% ke posisi 784,70 saat pembukaan.

Aktivitas pasar terpantau ramai sejak menit-menit awal. Frekuensi transaksi tercatat sekitar 210 ribu kali, dengan volume perdagangan sekitar 3,2 miliar lembar saham dan nilai transaksi sementara mencapai Rp2,8 triliun.

Mayoritas saham bergerak di zona hijau. Sekitar 320 saham menguat, 110 saham melemah, sementara sisanya stagnan. Kenaikan IHSG pada pembukaan mencerminkan dominasi aksi beli, terutama pada saham berkapitalisasi besar di sektor perbankan, energi, dan komoditas.

Secara sektoral, penguatan dipimpin sektor keuangan yang naik lebih dari 2% seiring reli saham perbankan besar. Sektor energi turut menguat mengikuti kenaikan harga komoditas global, khususnya batu bara dan minyak mentah. Sektor infrastruktur serta industri dasar juga ikut menopang laju indeks pada awal perdagangan.

Di sisi lain, sektor teknologi dan kesehatan bergerak lebih terbatas dengan kecenderungan campuran, seiring munculnya aksi ambil untung jangka pendek setelah penguatan beberapa sesi sebelumnya.

Sejumlah faktor eksternal dan domestik disebut turut memengaruhi penguatan di awal perdagangan. Dari luar negeri, sentimen positif datang dari penguatan bursa Asia yang merespons kenaikan indeks utama Wall Street pada perdagangan sebelumnya. Optimisme terhadap prospek penurunan suku bunga global dan meredanya kekhawatiran inflasi turut meningkatkan minat investor pada aset berisiko.

Dari dalam negeri, stabilitas nilai tukar rupiah dan ekspektasi kinerja keuangan emiten kuartal I-2026 yang solid menjadi katalis tambahan. Investor juga mencermati kondisi ekonomi domestik yang dinilai relatif terjaga, termasuk inflasi yang terkendali serta pertumbuhan konsumsi yang tetap kuat menjelang Ramadan.

Secara teknikal, IHSG yang menembus level psikologis 7.650 pada pembukaan mengindikasikan momentum bullish jangka pendek masih terjaga. Area resistance terdekat berada di kisaran 7.720–7.750, sementara support kuat berada di sekitar 7.600.

Jika volume dan nilai transaksi terus meningkat sepanjang sesi I, peluang IHSG melanjutkan penguatan hingga mendekati 7.750 dinilai terbuka. Namun, pelaku pasar tetap mewaspadai potensi aksi ambil untung mengingat kenaikan yang cukup tajam dalam waktu singkat.

Sementara itu, penguatan LQ-45 yang sedikit lebih tinggi secara persentase dibanding IHSG mengindikasikan minat beli terkonsentrasi pada saham-saham berkapitalisasi besar. Pola ini kerap mencerminkan strategi investor institusi yang cenderung masuk lebih dulu ke saham berfundamental kuat sebelum merambah saham lapis kedua.

Dalam jangka pendek, arah IHSG diperkirakan dipengaruhi perkembangan sentimen global, pergerakan harga komoditas, serta rilis data ekonomi Amerika Serikat dan Tiongkok yang dapat memengaruhi arus dana asing. Jika sentimen eksternal tetap kondusif dan aliran dana asing berlanjut masuk, IHSG berpeluang melanjutkan tren penguatan menuju area 7.800 dalam beberapa sesi ke depan, meski volatilitas diperkirakan tetap tinggi.