Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi bergerak menguat di tengah pelaku pasar mencermati perkembangan ekonomi dan geopolitik global.
IHSG dibuka naik 37,32 poin atau 0,45 persen ke posisi 8.318,15. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut menguat 3,41 poin atau 0,41 persen ke posisi 841,04.
Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas menilai reaksi pasar akan sangat bergantung pada isi pidato Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, keputusan tarif AS, serta dinamika ekonomi China dan geopolitik di kawasan Timur Tengah. IHSG diproyeksikan bergerak volatil dengan arah yang sensitif terhadap perkembangan tersebut.
Dari dalam negeri, saham berbasis ekspor dan komoditas disebut cenderung lebih rentan terhadap risiko negatif. Sementara sektor defensif dan saham yang berorientasi domestik dapat menjadi pilihan investor apabila terjadi kondisi risk-off.
Dari sisi perdagangan internasional, AS telah resmi menerapkan tarif tambahan 10 persen terhadap barang impor menggunakan Section 122, dengan kemungkinan kenaikan hingga 15 persen masih terbuka. Ketidakjelasan arah kebijakan dagang AS dinilai meningkatkan premi risiko global dan berpotensi mendorong sikap risk-off.
Kondisi tersebut biasanya berdampak pada pelemahan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, tekanan pada saham berbasis ekspor dan komoditas, serta potensi kenaikan imbal hasil obligasi apabila investor meminta kompensasi risiko yang lebih tinggi.
Dari kawasan Asia, People Bank of China (PBoC) kembali mempertahankan Loan Prime Rate (LPR) tenor 1 tahun di 3 persen dan tenor 5 tahun di 3,5 persen, meskipun ekonomi China menunjukkan perlambatan pertumbuhan dan tekanan deflasi. Kebijakan itu mencerminkan upaya menjaga stabilitas yuan yang belakangan menguat, namun penguatan mata uang berisiko menekan daya saing ekspor China di tengah tekanan tarif AS.
Kondisi ekonomi China yang belum pulih sepenuhnya juga menjadi faktor penting bagi Indonesia mengingat hubungan dagang yang erat, khususnya pada sektor komoditas.
Pada perdagangan Selasa (24/02), bursa saham Eropa ditutup variatif. Euro Stoxx 50 menguat 0,10 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,04 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,02 persen, dan indeks CAC Prancis menguat 0,26 persen.
Sementara itu, bursa AS di Wall Street kompak menguat pada Selasa (24/02). Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,76 persen ke 49.174,50, indeks S&P 500 menguat 0,77 persen ke 6.890,07, dan indeks Nasdaq Composite naik 1,04 persen ke 22.863,6.
Di kawasan Asia pada Rabu pagi, sejumlah indeks regional bergerak bervariasi. Indeks Nikkei menguat 865,41 poin atau 1,51 persen ke 58.186,50, indeks Shanghai menguat 32,38 poin atau 0,78 persen ke 4.149,69, indeks Hang Seng naik 91,68 poin atau 0,37 persen ke 26.690,00, sementara indeks Strait Times melemah 2,63 poin atau 0,05 persen ke 5.018,16.

