Pasar saham Vietnam tengah diramaikan oleh gelombang penawaran umum perdana (IPO) dan pencatatan saham dari sejumlah perusahaan besar lintas sektor. Aktivitas ini terlihat dari masuknya emiten-emiten baru ke bursa, baik di sektor keuangan, properti, hingga infrastruktur, dan diperkirakan masih berlanjut dalam periode mendatang.
Pada tahun lalu, sektor keuangan mencatat sejumlah pencatatan saham baru di HoSE, termasuk Techcombank Securities (TCX) dan VPBank Securities (VPX). VPS Securities (VCK) juga menyelesaikan IPO dan mencatatkan sahamnya di HoSE pada bulan terakhir tahun 2025.
Dari sektor properti, sejumlah saham turut bergabung di HoSE, di antaranya CRV Real Estate Group (CRV) dan Vinpearl (VPL).
Memasuki awal tahun ini, hampir 48 juta saham GHC milik Gia Lai Hydropower Joint Stock Company tercatat di Bursa Efek Hoeq. Selanjutnya, 285 juta saham HPA dari Hoa Phat Agricultural Development Joint Stock Company menyelesaikan IPO dan tercatat di Bursa Efek Hoeq pada 6 Februari. Pada hari yang sama, 890 juta saham GEL dari Gelex Infrastructure Joint Stock Company juga melakukan IPO.
Gelombang IPO dan pencatatan saham diperkirakan terus menarik perhatian pelaku usaha besar. Di sektor konsumen, Mobile World disebut menyiapkan rencana IPO dan pencatatan saham Dien May Xanh tahun ini. Pimpinan grup menyebut langkah tersebut sebagai strategi untuk memasuki fase baru, dengan harapan mempertahankan pertumbuhan laba dua digit serta menjaga momentum pertumbuhan ekosistem bisnis.
Di sisi lain, media asing melaporkan rencana Highlands Coffee untuk melakukan IPO di Vietnam, dengan target penggalangan dana 300–400 juta dolar AS.
Hoa Sen Group juga dilaporkan baru-baru ini menyuntikkan modal untuk membentuk Hoa Sen Home dengan modal dasar 1.000 miliar VND. Entitas ini direncanakan beroperasi secara independen dan melanjutkan ke IPO, dengan pencatatan saham dilakukan saat kondisi pasar dinilai menguntungkan.
Rencana serupa datang dari pihak yang disebut sebagai Bapak Duc, yang berencana meng-IPO-kan anak usahanya, Hung Thang Loi Gia Lai Company, pada 2026 serta Lo Pang Livestock Company pada 2027. Hung Thang Loi Gia Lai Company—yang berganti nama menjadi Hoang Anh Gia Lai International Investment Company pada akhir tahun lalu—disebut memiliki lahan dan kebun durian, pisang, serta kopi terluas, sekaligus mencatat pendapatan dan keuntungan tertinggi.
Sejumlah ahli menilai gelombang IPO berpeluang menguat seiring perkembangan positif pasar saham belakangan ini. Salah satu faktor yang disorot adalah upaya otoritas pengatur dalam menerapkan sistem teknologi informasi terintegrasi baru (KRX) untuk memastikan konektivitas yang lancar, stabil, dan aman.
Selain itu, pengumuman FTSE Russell yang meningkatkan status pasar saham Vietnam dari pasar negara berkembang menjadi pasar negara maju sekunder disebut turut menarik modal asing, memperdalam pasar, serta memperkuat posisi dan daya saing pasar keuangan Vietnam di kawasan.
Analis dari BIDV Securities (BSC) menilai Vietnam pernah mengalami dua gelombang IPO pada 2007 dan 2016, dan memperkirakan gelombang ketiga akan kembali. Perkiraan ini dikaitkan dengan reformasi pasar oleh regulator, upaya memperpendek waktu IPO/pencatatan, prospek peningkatan status menjadi pasar negara berkembang, serta lingkungan makroekonomi yang berorientasi pada pertumbuhan yang mendorong perusahaan mempercepat penghimpunan modal.
Dalam arah kebijakan tahun ini, diversifikasi produk yang mendorong IPO terkait pencatatan saham untuk meningkatkan pasokan instrumen investasi, serta dorongan agar perusahaan FDI mencatatkan saham di bursa, juga disebut sebagai tujuan strategis industri sekuritas. Komitmen tersebut, sebagaimana disampaikan Ketua Komisi Sekuritas, diarahkan untuk menciptakan kondisi yang lebih kondusif bagi perusahaan menghimpun dana melalui pasar saham, sekaligus mendukung investor domestik dan asing agar dapat berpartisipasi secara lebih mudah dan transparan.
Komisi Sekuritas juga menegaskan akan mempercepat IPO dan pencatatan saham untuk mendorong hadirnya emiten berkualitas, termasuk mendorong perusahaan FDI yang beroperasi efisien dan berkomitmen jangka panjang di Vietnam untuk masuk ke bursa.
Dari sisi pelaku industri pengelolaan dana, Wakil Direktur Jenderal VinaCapital Fund Management Company, Nguyen Hoai Thu, menyatakan optimisme terhadap pasokan sekuritas baru tahun ini. Berdasarkan riset yang mereka peroleh dari perusahaan sekuritas dan firma konsultan, banyak bisnis disebut tengah mempersiapkan IPO atau pencatatan saham dengan perkembangan yang dinilai cukup positif.
Ia juga menyoroti bahwa daftar kandidat tersebut mencakup sejumlah perusahaan swasta besar, termasuk anak usaha dari emiten yang sudah tercatat. Karena merek-merek ini telah dikenal investor, peluang penerimaan pasar dinilai lebih tinggi.
Terkait perusahaan FDI, Nguyen Hoai Thu menyebut kelompok ini masih menjajaki IPO dan pencatatan saham. Sejumlah nama dinilai menarik, namun realisasi go public tahun ini tetap bergantung pada strategi masing-masing perusahaan.
Seorang perwakilan dari dana investasi asing bernilai miliaran dolar juga menyampaikan pandangan positif terhadap pasar tahun ini, dengan ekspektasi baru terhadap pertumbuhan ekonomi serta proyeksi bahwa perusahaan tercatat dapat mencapai pertumbuhan laba 18–20%. Sementara itu, valuasi saham saat ini dinilai masih relatif menarik, terutama bagi investor yang fokus pada saham yang belum mengalami kenaikan signifikan tahun lalu dan dinilai memiliki ruang pertumbuhan dalam siklus pemulihan baru.
Selain faktor fundamental, antisipasi peningkatan status pasar yang disebut-sebut dapat terjadi pada Oktober tahun ini juga dipandang sebagai elemen penting. Sejumlah investor asing disebut menunjukkan minat baru terhadap Vietnam, dengan pertimbangan pertumbuhan ekonomi dan potensi keuntungan perusahaan yang lebih tinggi dibandingkan banyak pasar lainnya.

