Kontrak berjangka (futures) ekuitas Amerika Serikat bergerak fluktuatif pada Senin (23/3) pagi, berganti arah antara menguat dan melemah. Pergerakan ini mencerminkan sikap hati-hati investor yang bersiap menghadapi sesi perdagangan berpotensi bergejolak, seiring konflik di Iran memasuki pekan keempat tanpa tanda-tanda de-eskalasi.
Indeks berjangka S&P 500 hanya mencatat perubahan tipis setelah sempat tertekan. Di Asia, pasar ekuitas diperkirakan terkoreksi mengikuti penurunan bursa Wall Street pada perdagangan Jumat sebelumnya.
Di pasar obligasi, surat utang pemerintah Australia tenor 10 tahun melanjutkan pelemahan dengan imbal hasil melonjak 13 basis poin. Sementara itu, minyak mentah Brent turun lebih dari 1% ke kisaran US$110 per barel.
Dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama. Sebaliknya, mata uang yang sensitif terhadap risiko seperti dolar Australia dan peso Meksiko menjadi yang paling tertekan.
Ketegangan meningkat setelah Donald Trump pada Sabtu malam mengeluarkan ultimatum 48 jam kepada Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi serangan terhadap pembangkit listrik. Tenggat waktu tersebut dijadwalkan berakhir pada Senin malam waktu New York.