Gejolak geopolitik dan perang di kawasan Timur Tengah kembali menjadi perhatian karena berpotensi menekan perekonomian global, termasuk Indonesia. Dalam situasi ini, ketahanan ekonomi nasional dinilai akan diuji, terutama melalui dampaknya terhadap perdagangan, arus keuangan, dan sentimen pasar.
Sejumlah ekonom menilai Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang relatif kuat untuk menghadapi tekanan eksternal. Namun, eskalasi konflik dan ketidakpastian yang menyertainya dapat memicu volatilitas, sehingga respons kebijakan dan kesiapan sektor-sektor terkait menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas.
Meski demikian, perkembangan situasi di Timur Tengah masih dinamis. Pemerintah, pelaku usaha, dan pasar akan terus mencermati dampaknya terhadap perekonomian Indonesia, termasuk risiko yang dapat muncul dari perubahan kondisi global.

