Kondisi ekonomi makro Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada 2025 dinilai tetap stabil dengan tren perbaikan dibandingkan 2024. Laju pertumbuhan ekonomi pada 2025 tercatat 5,28 persen, meningkat dari 4,94 persen pada 2024.
Peningkatan tersebut sejalan dengan kenaikan produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku yang mencapai Rp65.914 miliar pada 2025, naik dari Rp61.236 miliar pada 2024. Bupati Bandung Barat Jeje Richie Ismail mengatakan capaian ini mencerminkan menguatnya aktivitas ekonomi daerah serta meningkatnya kapasitas produksi dan nilai tambah di berbagai sektor.
Pada akhir 2025, tingkat inflasi daerah tercatat 2,13 persen, lebih tinggi dibandingkan 1,46 persen pada 2024. Meski naik, Jeje menyebut inflasi masih berada dalam rentang yang terkendali dan menunjukkan stabilitas harga yang relatif terjaga di tengah dinamika ekonomi.
Dari sisi pemerataan, ketimpangan pendapatan yang diukur melalui rasio gini menunjukkan perbaikan. Rasio gini pada 2025 tercatat 0,364 poin, menurun dari 0,400 poin pada 2024. Menurut Jeje, penurunan ini menggambarkan distribusi pendapatan yang semakin merata di masyarakat.
Angka kemiskinan juga menurun. Tingkat kemiskinan pada 2025 berada di 9,87 persen, turun dari 10,49 persen pada 2024 atau berkurang 0,62 poin persentase. Jeje menilai penurunan ini menunjukkan efektivitas intervensi perlindungan sosial serta penguatan ekonomi masyarakat berpendapatan rendah.
Selain itu, tingkat pengangguran terbuka pada 2025 tercatat 6,60 persen, lebih rendah dibandingkan 6,70 persen pada 2024. Jeje menyebut tren ini mengindikasikan perbaikan penyerapan tenaga kerja dan meningkatnya peluang kerja di berbagai sektor.
Pada aspek pembangunan manusia, indeks pembangunan manusia (IPM) 2025 meningkat menjadi 71,65 poin dari 70,77 poin pada 2024. Peningkatan didukung perbaikan pada dimensi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak, dengan umur harapan hidup mencapai 75,44 tahun, harapan lama sekolah 12,26 tahun, serta rata-rata lama sekolah 8,34 tahun.
Adapun indeks daya saing daerah pada 2025 tercatat 3,71 poin dan berada pada kategori tinggi. Jeje menyatakan capaian tersebut mencerminkan kapasitas daerah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat fondasi ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Pernyataan itu disampaikan Jeje dalam sambutan pada rapat paripurna laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Bandung Barat tahun anggaran 2025, Rabu, 4 Maret 2026.

