BERITA TERKINI
Edukator Keuangan: Suami Gen Z Lebih Aktif Menyusun Rencana Keuangan Keluarga

Edukator Keuangan: Suami Gen Z Lebih Aktif Menyusun Rencana Keuangan Keluarga

Jakarta: Peran pengelolaan keuangan rumah tangga disebut mulai bergeser. Jika sebelumnya urusan belanja dan pengaturan uang kerap identik dengan istri, suami dari generasi Z kini dinilai lebih aktif dan terampil dalam menyusun perencanaan keuangan keluarga.

Edukator keuangan Aliyah Nastasya mengatakan, berdasarkan pengalamannya mendampingi klien, banyak pasangan muda dari generasi Z datang untuk berkonsultasi dengan inisiatif yang justru berasal dari pihak suami.

"Dari para klienku yang gen Z, itu yang merencanakan keuangan justru suami-suaminya. Jadi mereka datang sebagai pasangan, mau melakukan perencanaan, saat aku tanya siapa inisiatornya, oh suaminya," ujar Aliyah dalam konferensi pers, Selasa, 24 Februari 2026.

Menurut Aliyah, para suami gen Z yang ditemuinya umumnya memiliki dorongan kuat untuk memperbaiki kondisi finansial keluarga dan ingin memulai kebiasaan yang benar sejak awal pernikahan. Pengalaman masa lalu turut memengaruhi cara mereka memandang uang, termasuk pengalaman merasakan beban finansial atau belajar dari kesalahan pengelolaan keuangan orang tua. Hal itu dinilai membuat mereka lebih berhati-hati serta menaruh perhatian pada perencanaan jangka panjang.

Di sisi lain, Aliyah menilai peran istri tetap penting, terutama dalam strategi belanja hemat. Ia menyebut para ibu cenderung lebih piawai memanfaatkan promo, termasuk pada momen tanggal kembar seperti 2.2 dan berbagai diskon di platform belanja daring.

Aliyah juga melihat meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keuangan. Perubahan pola pikir ini disebut dipengaruhi oleh meningkatnya literasi keuangan, kemudahan akses layanan finansial digital, serta beragam produk keuangan dengan sistem pembayaran yang fleksibel.

Perencanaan tersebut tidak hanya terlihat pada kebutuhan harian, tetapi juga dalam persiapan mudik. Aliyah menilai masyarakat kini cenderung menghitung dana yang tersedia terlebih dahulu sebelum membeli tiket transportasi atau memesan akomodasi. Reservasi dilakukan lebih awal dan perburuan promo menjadi strategi yang banyak digunakan. Bahkan, alokasi Tunjangan Hari Raya (THR) disebut semakin sering dirancang agar setelah Lebaran masih ada tabungan tersisa.

Fenomena ini dinilai berbeda dibandingkan pola lima hingga sepuluh tahun lalu. Pada periode tersebut, banyak orang disebut lebih memprioritaskan pulang kampung tanpa perencanaan anggaran rinci. Pembelian tiket kerap dilakukan mendekati hari Lebaran saat harga sudah meningkat, sementara THR habis dibelanjakan sehingga setelah Lebaran sebagian orang terpaksa mencari pinjaman karena keuangan menipis.

Kini, Aliyah menilai generasi muda, terutama pasangan gen Z, lebih berhitung sebelum mengambil keputusan finansial. Perencanaan disebut menjadi prioritas, bukan sekadar mengikuti kebiasaan.