BERITA TERKINI
DBS Indonesia: Asuransi Penting Agar Rencana Pensiun Tidak Terganggu

DBS Indonesia: Asuransi Penting Agar Rencana Pensiun Tidak Terganggu

Perencanaan masa pensiun kerap dipahami sebatas menabung dan berinvestasi. Namun, Head of Investment & Insurance Product, Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Djoko Sulistyo, menilai asuransi juga memegang peran penting untuk menjaga keberlangsungan rencana keuangan jangka panjang.

Dalam peluncuran kampanye “Pensiun Gak Susah”, Djoko mengatakan banyak orang sudah disiplin menyisihkan sekitar 10 persen dari penghasilan untuk investasi. Meski begitu, ia mengingatkan rencana tersebut dapat terganggu apabila terjadi risiko yang membuat sumber pendapatan terhenti.

“Amit-amit di tengah jalan ada apa-apa sampai income kita berhenti, tujuan keuangan yang sudah kita hitung otomatis akan mandek karena aliran modal terhenti. Nah, disinilah peran asuransi,” ujar Djoko dalam peluncuran kampanye tersebut, Selasa, 20 Januari 2026.

Djoko juga menyarankan masyarakat mulai mempertimbangkan asuransi sejak usia muda. Menurutnya, selain premi yang cenderung lebih murah, pemilihan asuransi perlu disesuaikan dengan kemampuan finansial saat ini.

Terkait minat masyarakat, Djoko mengakui penetrasi asuransi di Indonesia masih rendah. Ia menyebut angkanya berkisar di sekitar dua hingga tiga persen, meski ia melihat adanya tren peningkatan minat dalam beberapa waktu terakhir.

“Yang saya perhatikan asuransi itu, penetrasi Indonesia termasuk yang gak tinggi. Kita tuh selalu berkisar plus minus mungkin sekitar dua atau tiga persen. Tapi kalau dilihat minat saya rasa sih ada ya bertambah, apalagi dengan edukasi yang sekarang lebih maju,” kata dia.

Djoko menilai peningkatan minat tersebut dipengaruhi kemudahan akses informasi dan edukasi, terutama melalui media sosial. Ia mencontohkan banyaknya konten dan kesaksian terkait asuransi di platform seperti TikTok dan Instagram yang turut mendorong masyarakat lebih memahami pentingnya proteksi.

Meski kesadaran mulai tumbuh, ia menilai tantangan terbesar saat ini adalah kedisiplinan masyarakat dalam memiliki dan mempertahankan polis asuransi. Menurutnya, ada kelompok yang sudah memahami pentingnya asuransi tetapi belum mengambil langkah, serta ada pula yang sudah memiliki asuransi namun perlu menyesuaikan jenis dan jumlah proteksinya dari waktu ke waktu.

“Tinggal sekarang dari sisi kita masing-masing, gimana bisa mendisiplinkan untuk melakukan asuransi tersebut, karena ada orang yang sudah sadar tapi belum melakukan asuransi, tapi ada juga orang yang sudah melakukan. Itu nanti tinggal disesuaikan saja karena jumlah dan jenisnya tiap tahun berubah-ubah,” ujarnya.