Pasar saham Vietnam menguat pada perdagangan Senin pagi, 17 Maret. Pada pukul 10.00, VN-Index naik ke level 1.723,64 poin atau menguat 1,8% (lebih dari 30 poin) dibandingkan sesi sebelumnya. Penguatan juga terjadi pada indeks lain, dengan HNX-Index naik menjadi 248,67 poin (+1,19%) dan UPCoM-Index meningkat ke 125,85 poin (+0,65%).
Pergerakan pasar didorong saham-saham yang sensitif terhadap sentimen, termasuk real estat, jasa keuangan, perbankan, dan teknologi informasi, yang mencatat kenaikan sekitar 1,5% hingga 3,81%.
Di sektor jasa keuangan, sejumlah saham mencatat penguatan menonjol, antara lain VIX (+5,89%), VCK (+5,39%), SSI (+2,82%), SHS (+3,66%), dan HCM (+1,84%). Saham TCX (Techcombank Securities Joint Stock Company) naik 6,9% dan disebut mencapai harga tertingginya.
Sektor properti juga menguat, ditopang oleh VIC (+2,76%), VPI (+1,2%), DXG (+1,07%), VHM (+3,6%), dan VRE (+3,67%). Sejalan dengan itu, saham perbankan turut naik, seperti VPB (+2,76%), EIB (+3,13%), MBB (+2,11% dan +1,92%), serta LPB (+4,17%). Penguatan kelompok saham ini ikut menyebarkan sentimen positif dan berkontribusi pada kenaikan indeks.
Kenaikan juga terlihat pada sektor makanan dan minuman, terutama pada saham berkapitalisasi besar seperti MSN (+1,36%), VNM (+1,13%), MCH (+3,87%), DBC (+1,93%), dan HAG (+0,33%).
Di sisi lain, sektor minyak dan gas bergerak melemah. Sejumlah saham mencatat penurunan, di antaranya BSR (-5,04%), PVD (-2,28%), OIL (-0,57%), PVS (-0,96%), dan PVC (-1,15%). Dua saham berkapitalisasi besar di sektor ini, GAS dan PLX, masing-masing turun 0,11%.
Dari sisi aktivitas perdagangan, total likuiditas pasar tercatat lebih dari 6.555 miliar VND dengan hampir 241.000 saham yang diperdagangkan.
Secara teknikal, analis di Tien Phong Securities Company menilai VN-Index sebelumnya terus melemah pada 16 Maret dengan likuiditas rendah, mencerminkan kehati-hatian baik dari pembeli maupun penjual. Kondisi tersebut dinilai memberi sinyal bahwa pemulihan jangka pendek berpotensi segera berakhir.
Dalam pembacaan grafik, indeks disebut membentuk pola double-top dan menembus struktur tren naik jangka menengah. Hal ini mengindikasikan risiko koreksi masih ada apabila target teoritis sekitar 1.580 poin tidak tercapai. Indikator momentum juga dinilai berada pada sinyal netral hingga negatif.
Sementara itu, analis AIS Securities Company menilai VN-Index mencatat sesi fluktuasi sempit dengan likuiditas menurun pada perdagangan sebelumnya, yang menunjukkan pasar masih berada dalam fase pengujian di sekitar level psikologis 1.700 poin. Menurut mereka, pasar masih berpeluang mengalami pantulan dan pemulihan kecil, dengan resistensi terdekat di kisaran 1.740–1.750 poin (setara rata-rata pergerakan 20 minggu). Jika level tersebut tidak segera direbut kembali, koreksi dinilai belum berakhir dan indeks berpotensi menguji ulang area dukungan 1.650.
Dalam kondisi tersebut, investor disarankan hanya memegang saham dengan fundamental kuat dan prospek pertumbuhan laba yang positif pada kuartal pertama 2026, serta menjual sebagian saham yang harganya melemah.
Dari pasar global, saham-saham AS dilaporkan naik tajam pada 16 Maret, seiring penurunan harga minyak yang meredakan sebagian tekanan jual yang membebani indeks pada pekan sebelumnya.