BERITA TERKINI
Bursa Asia Diperkirakan Melemah Usai Kekhawatiran Dampak AI Tekan Wall Street

Bursa Asia Diperkirakan Melemah Usai Kekhawatiran Dampak AI Tekan Wall Street

Mayoritas bursa saham Asia diperkirakan bergerak melemah pada perdagangan Selasa (24/2) pagi, mengikuti sentimen negatif dari Wall Street. Pasar kembali diliputi kekhawatiran mengenai dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap kinerja dan laba perusahaan, terutama di sektor teknologi.

Seiring tekanan pada saham teknologi, arus dana terlihat mengarah ke aset yang dinilai lebih aman. Obligasi pemerintah Amerika Serikat (Treasuries) dan emas menguat, sementara Bitcoin tercatat melemah.

Kontrak berjangka indeks saham Jepang, Korea Selatan, dan Hong Kong terpantau turun. Pelemahan juga terlihat pada bursa China daratan yang baru kembali dibuka setelah libur panjang Tahun Baru Imlek. Di sisi lain, kontrak berjangka Australia sedikit menguat, mengisyaratkan bahwa minimnya porsi saham teknologi di bursa tersebut membantu meredam tekanan jual.

Di Amerika Serikat, indeks S&P 500 turun 1% pada perdagangan Senin. Sejumlah saham di sektor teknologi, pengiriman, dan pembayaran ikut tertekan setelah Citrini Research memaparkan potensi risiko AI terhadap berbagai industri.

Saham International Business Machines Corp. (IBM) anjlok 13% dan mencatatkan penurunan harian terburuk sejak Oktober 2000. Penurunan terjadi setelah Anthropic mengumumkan bahwa Claude Code mampu memodernisasi COBOL, bahasa pemrograman yang selama ini menjadi tulang punggung sistem komputer IBM.

Meningkatnya kekhawatiran atas disrupsi AI mendorong pelaku pasar melepas saham perusahaan yang dinilai berisiko tergeser oleh teknologi tersebut. Kekhawatiran ini muncul meski laporan keuangan sejumlah perusahaan berkapitalisasi besar dinilai solid, seiring pasar mulai mempertanyakan apakah investasi besar di bidang AI akan segera menghasilkan imbal balik.