Bursa saham Asia bergerak di zona merah pada perdagangan Senin pagi (23/3 WIB). Pelemahan terjadi di sejumlah pasar utama, seiring investor mengurangi eksposur pada aset berisiko di tengah eskalasi perang di Timur Tengah yang memasuki minggu keempat, serta mengikuti tekanan jual yang kembali terjadi di Wall Street pada penutupan akhir pekan.
Di kawasan Asia, indeks Hang Seng di Hong Kong turun 3,16% ke level 24.480. Di Jepang, indeks Nikkei melemah 3,35% ke 51.582. Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan tergelincir paling dalam, turun 5,51% ke level 5.462.
Tekanan di Asia mengikuti pelemahan pasar saham Amerika Serikat pada akhir pekan. Tiga indeks utama Wall Street ditutup turun serempak: S&P 500 melemah 1,51%, Nasdaq turun 1,88%, dan Dow Jones turun 0,96%. Dow Jones juga mencatat pelemahan selama empat pekan berturut-turut, yang disebut sebagai yang pertama sejak 2023.
Pasar mencermati kekhawatiran terkait berlanjutnya perang dan potensi kenaikan harga minyak mentah setelah Iran mengancam akan menyerang lokasi sumber energi di Kawasan Teluk. Menurut analisis Vibiz Research Center, pelaku pasar regional cenderung menghindari aset berisiko di tengah memanasnya konflik Iran yang dinilai telah mendisrupsi produksi dan pasokan energi dunia, meningkatkan risiko inflasi, serta menambah ketidakpastian ekonomi global.