BukuWarung mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperluas akses layanan keuangan di Indonesia Timur melalui solusi BukuAgen. Upaya ini ditujukan untuk membantu pemerataan layanan keuangan nasional, meski tantangan geografis masih menjadi kendala di sejumlah wilayah.
Melalui BukuAgen, UMKM dapat melayani berbagai transaksi keuangan masyarakat, mulai dari tarik tunai, tabungan, hingga cek saldo. Pendekatan tersebut memperluas jangkauan layanan keuangan berbasis komunitas, dengan UMKM berperan sebagai penghubung akses layanan di daerah.
Direktur Sales BukuWarung, Adi Harlim, menyatakan UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian nasional dengan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “UMKM menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat. Kami ingin mempercepat perputaran uang melalui layanan keuangan berbasis komunitas,” kata Adi dalam keterangan tertulis, Sabtu, 25 April 2026.
Sepanjang 2025, BukuAgen mencatat lebih dari 61 juta transaksi secara nasional dengan nilai transaksi Rp41,1 triliun dalam satu tahun. Program tersebut juga menghasilkan pendapatan agen melampaui Rp500 miliar, yang dinilai mencerminkan peran UMKM dalam mendorong inklusi keuangan.
Dalam rangka penguatan program, kegiatan BukuAgen Roadshow 2026 digelar di Makassar dan dihadiri ratusan pelaku UMKM dari berbagai daerah. Salah satu agen yang disebut berprestasi adalah Baso Aris Triwardana asal Gowa, yang mengembangkan usahanya hingga memiliki empat outlet.
“Awalnya usaha ini hanya sampingan menjual pulsa kepada teman. Kini berkembang dan membantu masyarakat mengakses layanan keuangan,” kata Baso Aris.
BukuWarung juga menekankan aspek keamanan transaksi bagi merchant. Edukasi diberikan untuk mencegah penipuan dan melindungi akun pengguna. Manajer Brand dan Komunitas BukuWarung, Riyan Prayugo, menegaskan keamanan sebagai fondasi usaha, termasuk perlindungan data melalui pemantauan transaksi secara real-time.
Selain BukuAgen, layanan lain seperti BukuModal dan BukuSimpan turut diperkuat. Head of Region Eastern Indonesia, Tommy Setiawan, menyebut inovasi terus dikembangkan untuk membantu UMKM mengelola arus kas secara terintegrasi dan lebih efisien.
Untuk memperkuat kolaborasi antaragen, komunitas Laskar Agen Juara juga dibentuk sebagai wadah pembelajaran dan pertumbuhan usaha bersama. Secara keseluruhan, program BukuAgen disebut telah menjangkau lebih dari 250 ribu agen di Indonesia, dengan wilayah Indonesia Timur mencatat pertumbuhan adopsi layanan tercepat.