BERITA TERKINI
Adisatrya Suryo Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan bagi UMKM di Banyumas

Adisatrya Suryo Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan bagi UMKM di Banyumas

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta masyarakat. Dorongan itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi bersama Bank Mandiri Cabang Purwokerto yang digelar di Purwokerto, Kabupaten Banyumas.

Adisatrya menilai peran bank tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga dapat menghadirkan dampak nyata di daerah melalui dukungan pembiayaan dan program pendampingan. Ia menyebut kontribusi tersebut terlihat melalui kredit UMKM, pendampingan, hingga program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di wilayah Banyumas dan Cilacap.

Kegiatan sosialisasi itu merupakan bagian dari masa reses DPR. Selain mendorong pemanfaatan produk perbankan untuk menggerakkan ekonomi daerah, forum tersebut juga dimanfaatkan Adisatrya untuk menyerap aspirasi warga Banyumas secara langsung, khususnya terkait UMKM dan penggunaan layanan perbankan.

Kepala Cabang Bank Mandiri Purwokerto Margareta Wikansari menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dalam kegiatan tersebut. Ia berharap upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui pemanfaatan produk perbankan dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Adisatrya menegaskan kolaborasi itu bukan sekadar kemitraan, melainkan bentuk sinergi antara DPR dan badan usaha milik negara (BUMN) yang berperan sebagai agen pembangunan. Ia juga mengapresiasi dukungan Bank Mandiri dalam pelaksanaan sosialisasi dan berharap bank tersebut terus menghadirkan inovasi serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Adisatrya turut menyoroti masih adanya kesenjangan antara akses layanan keuangan dan pemahaman masyarakat, merujuk pada data Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurutnya, kondisi itu menunjukkan banyak orang telah memiliki akses ke bank, tetapi belum memahami cara mengelola layanan keuangan yang digunakan.

Ia menambahkan, masih banyak pelaku UMKM dengan potensi besar yang belum optimal memanfaatkan layanan perbankan, seperti kredit produktif, manajemen arus kas, hingga digitalisasi transaksi. Karena itu, melalui sosialisasi ini masyarakat didorong menjadi “nasabah cerdas”—tidak hanya menabung atau meminjam, tetapi juga mampu menggunakan produk perbankan secara bijak untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.