Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menggandeng Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk menggelar sosialisasi dan edukasi pengelolaan keuangan haji di Gran Melia Jakarta, Jumat (13/3). Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat literasi masyarakat terkait pengelolaan dana haji sekaligus mendorong penguatan ekosistem perhajian nasional.
Sekitar 100 peserta mengikuti kegiatan yang mengangkat tema edukasi pengelolaan keuangan haji bersama mitra perhajian. Program tersebut disebut sebagai bagian dari implementasi amanah Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji, yang memberikan kewenangan kepada BPKH untuk menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga guna meningkatkan tata kelola dana haji secara profesional.
Anggota Badan Pelaksana BPKH, Harry Alexander, menyatakan kemitraan dengan Muhammadiyah merupakan upaya memperluas edukasi publik terkait pengelolaan dana umat. Ia menekankan pengelolaan dana haji perlu dilakukan secara transparan, profesional, dan akuntabel agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh jemaah haji maupun masyarakat luas.
“Dana haji adalah amanah umat yang harus dikelola secara hati-hati, transparan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi jemaah serta kemaslahatan umat,” kata Harry.
Selain membahas literasi keuangan haji, kegiatan ini juga menjadi momentum peluncuran program strategis dari Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah. Salah satu inisiatif yang diperkenalkan adalah program Green Hajj yang mengedepankan konsep ibadah haji ramah lingkungan.
Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, Azrul, menjelaskan program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan melalui edukasi pengelolaan sampah dan praktik keberlanjutan dalam kegiatan keagamaan.
Dukungan terhadap penguatan literasi pengelolaan dana haji juga disampaikan Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas. Ia menilai pemahaman yang benar mengenai pengelolaan dana haji penting bagi calon jemaah sekaligus untuk memperkuat ekosistem perhajian nasional.
Rangkaian kegiatan turut diisi penandatanganan perjanjian kerja sama antara Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah dengan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Selain itu, diluncurkan pula sejumlah program keberlanjutan, yakni Muhammadiyah Green Movement 2026, Program Edu Forest, dan Muhammadiyah Green Ecosystem.
Melalui kolaborasi ini, BPKH menyatakan berharap dampak manfaat pengelolaan dana haji dapat meluas, tidak hanya dari sisi finansial, tetapi juga dalam mendukung kesadaran lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.