Jakarta, 13 Maret 2026 — Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menggandeng Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk memperluas edukasi dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengelolaan keuangan haji. Kolaborasi itu diwujudkan melalui kegiatan “Sosialisasi dan Edukasi Pengelolaan Keuangan Haji dengan Mitra Perhajian” yang digelar di Hotel Gran Melia, Jakarta, Jumat (13/3), bersamaan dengan peluncuran program strategis Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PP Muhammadiyah.
Kegiatan yang diikuti 100 peserta tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan dana haji sekaligus mendorong peningkatan jumlah pendaftar haji di Indonesia. Inisiatif ini disebut sebagai implementasi amanah Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 yang memberikan kewenangan kepada BPKH untuk bekerja sama dengan lembaga eksternal guna mewujudkan pengelolaan keuangan haji yang profesional.
Anggota Badan Pelaksana BPKH, Harry Alexander, menegaskan kemitraan ini merupakan bagian dari tanggung jawab institusi dalam menjaga amanah umat. “Pengelolaan keuangan haji wajib dilaksanakan secara transparan dan akuntabel. Fokus utama kami adalah memastikan dana ini dikelola untuk sebesar-besarnya kepentingan jemaah haji dan kemaslahatan umat Islam di Indonesia,” ujar Harry.
Selain menekankan literasi finansial, acara tersebut juga menandai peluncuran Program MLH PP Muhammadiyah Tahun 2026. Salah satu terobosan yang diperkenalkan adalah inisiatif Green Hajj yang mengusung pendekatan ramah lingkungan dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Ketua MLH PP Muhammadiyah, Azrul, menyampaikan bahwa kolaborasi ini membawa dimensi baru, antara lain melalui edukasi pengelolaan sampah dari hulu. “Kami meluncurkan inisiatif Green Hajj untuk mengedukasi pengelolaan sampah dari hulu bersama BPKH. Ini adalah langkah konkret menjaga bumi melalui instrumen keagamaan,” kata Azrul.
Dukungan juga disampaikan Ketua PP Muhammadiyah, Buya Anwar Abbas. Ia menilai diskusi dan literasi keuangan haji penting untuk memberikan pemahaman yang tepat kepada calon jemaah, sekaligus memperkuat ekosistem perhajian nasional.
Rangkaian agenda kegiatan turut mencakup penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara MLH PP Muhammadiyah dan Kementerian Lingkungan Hidup, peluncuran program berkelanjutan seperti Muhammadiyah Green Movement 2026, Program Edu Forest, dan Muhammadiyah Green Ecosystem, serta sesi diskusi ekosistem perhajian bersama mitra perbankan untuk memperkuat layanan keuangan bagi jemaah.
Melalui kolaborasi ini, BPKH menyatakan komitmennya untuk menghadirkan nilai tambah bagi umat, tidak hanya dari aspek pengelolaan keuangan haji, tetapi juga melalui kontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan hidup.