PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) menjalin kerja sama strategis dengan PT Siemens Indonesia untuk memperkuat ekosistem kelistrikan dan industri nasional. Dalam kolaborasi ini, BNI menyediakan fasilitas pembiayaan bagi mitra dan distributor Siemens dengan total plafon mencapai Rp300 miliar.
Fasilitas tersebut mencakup pembiayaan proyek (project financing) dan pembiayaan modal kerja. Skema ini ditujukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan proyek serta menjaga keberlanjutan arus kas distributor resmi Siemens di Indonesia.
Kerja sama dituangkan dalam Distributor Financing Corporate Agreement yang ditandatangani Corporate Banking 1 Division Head BNI Andrean Palonggam dan Chief Financial Officer Siemens Indonesia Yudyliz Sevina Mawuntu di Jakarta, belum lama ini.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyatakan kerja sama tersebut sejalan dengan strategi BNI dalam memperluas pembiayaan berbasis ekosistem bisnis, khususnya bagi korporasi global yang berperan dalam pengembangan sektor kelistrikan, teknologi, dan industri manufaktur nasional.
“Melalui kerja sama ini, BNI memastikan dukungan pembiayaan yang terstruktur dan kompetitif bagi mitra dan distributor Siemens Indonesia, sehingga proyek-proyek strategis dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujar Okki dalam keterangan tertulis, Jumat (23/1/2026).
BNI menjelaskan, melalui skema Distributor Financing, pembiayaan disalurkan berbasis transaksi riil kepada distributor Siemens. Skema ini dinilai memiliki profil risiko yang lebih terukur karena didukung hubungan bisnis jangka panjang antara principal dan distributor, serta kebutuhan proyek yang jelas.
Siemens Indonesia merupakan anak usaha Siemens AG, perusahaan teknologi global asal Jerman, yang telah beroperasi di Indonesia sejak 1973. Perusahaan ini bergerak di bidang manufaktur dan teknologi elektronik, serta telah menjadi nasabah BNI sejak 2018. Basis operasionalnya berada di Jakarta Timur dengan dukungan sekitar 500 karyawan.
Selama beroperasi di Indonesia, Siemens berperan sebagai mitra dalam pengembangan sektor kelistrikan dan industri melalui solusi elektrifikasi, otomatisasi, dan digitalisasi. Inisiatif tersebut disebut mendukung transisi energi serta transformasi industri yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Okki menambahkan, pembiayaan berbasis ekosistem dinilai memberi manfaat bagi principal, distributor, dan perbankan karena mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat dan terukur. BNI juga menyatakan akan terus memperluas pembiayaan ekosistem untuk mendukung sektor strategis seperti energi, elektronik, infrastruktur, dan manufaktur.
Dengan dukungan pembiayaan Rp300 miliar, kolaborasi BNI dan Siemens Indonesia diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan industri kelistrikan nasional, mendorong investasi sektor strategis, serta memperluas peluang usaha bagi mitra dan distributor di berbagai wilayah Indonesia.

