Chikaranomoto Holdings, perusahaan induk jaringan ramen Ippudo, memperluas jangkauan pasarnya di Indonesia melalui ekspansi gerai serta peluncuran konsep ramen halal. CEO Chikaranomoto Holdings Co., Ltd. Indonesia, Tomoyuki Yamane, menilai industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh pesat, termasuk untuk kuliner Jepang seperti ramen, dengan minat yang tinggi terhadap pilihan halal.
“Kami tidak pernah berhenti menyajikan menu makanan dengan kualitas dan citarasa yang baik,” kata Yamane usai peluncuran Ramen Mania di Lippo Mall Nusantara, Kamis (22/1).
Secara global, Ippudo telah beroperasi di 16 negara. Hingga September 2025, jumlah gerai di Jepang mencapai 167, sementara gerai di luar Jepang tercatat 141 hingga Juni 2025. Dengan demikian, total gerai Ippudo di seluruh dunia mencapai 308. Yamane menyatakan, Ippudo akan terus memperluas gerai di Indonesia untuk menjangkau lebih banyak konsumen.
Sejalan dengan tingginya peminat kuliner Jepang halal, Chikaranomoto Holdings juga membuka restoran ramen halal pertamanya, Ramen Mania, yang disebut telah mengantongi sertifikasi halal di Indonesia. Konsep ini dikembangkan langsung oleh perusahaan sebagai langkah ekspansi ramen Jepang autentik ke segmen kuliner halal, dengan klaim tetap menjaga kualitas dan cita rasa asli.
“Lewat Ramen Mania, kami ingin lebih banyak orang dapat merasakan langsung keahlian kami dalam meracik ramen Jepang yang autentik,” ujar Yamane.
Ippudo memandang Indonesia sebagai pasar strategis untuk konsep ramen halal, mengingat Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan memiliki apresiasi tinggi terhadap kuliner Jepang. Sejak awal hadir di Indonesia, Ippudo juga merespons masukan konsumen dengan memperkenalkan opsi menu no-pork dan no-lard di sejumlah gerainya sejak 2015.
Di sisi lain, popularitas ramen di Indonesia disebut terus meningkat. Mengacu pada Asosiasi Pengusaha Kuliner Indonesia (APKUN), jumlah restoran ramen bertambah 37% sepanjang 2023 hingga 2025. Permintaan produk halal juga diproyeksikan terus tumbuh, dengan sektor makanan dan minuman halal diperkirakan menjadi penyumbang terbesar, yakni 73,2% dari total pertumbuhan industri halal nasional pada 2026.
Yamane menambahkan, pengembangan Ramen Mania dilakukan melalui riset dan pengembangan untuk memastikan setiap produk memenuhi standar halal yang ketat sekaligus mempertahankan karakter rasa kuah yang kompleks. Bahan yang mengandung babi dan unsur non-halal digantikan dengan kaldu ayam yang diracik khusus, dipadukan dengan bahan bersertifikat halal, serta menggunakan teknik peracikan ramen yang telah disempurnakan selama puluhan tahun.
Ramen Mania disebut telah memperoleh sertifikasi halal dari BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal). Seluruh menu menggunakan bahan bersertifikasi halal dan didukung operasional dapur serta rantai pasok yang disesuaikan dengan regulasi halal di Indonesia.
Dari sisi target pasar, Ramen Mania dirancang untuk menjangkau konsumen yang luas, mulai dari konsumen muslim dan keluarga hingga Gen Z, pelajar, serta profesional muda. Menu utamanya terdiri dari tiga varian signature ramen, yaitu Shiro Ramen, Kuro Ramen, dan Aka Ramen, serta sejumlah menu inovatif yang dikembangkan mengikuti selera lokal.
Harga ramen di Ramen Mania dimulai dari Rp 39.000. Perusahaan menyebut harga ini lebih terjangkau dibandingkan Ippudo, dengan tetap mempertahankan “DNA” ramen Jepang autentik.
Managing Director Ramen Mania Indonesia, Amanda Sihombing, mengatakan setelah pembukaan restoran Ramen Mania di Semanggi, perusahaan berencana membuka gerai kedua setelah Lebaran, disusul gerai ketiga dan keempat. Menurutnya, lokasi gerai akan dipilih di dalam pusat perbelanjaan dan tidak berdiri sendiri.

