BERITA TERKINI
BI Malang Proyeksikan Ekonomi Malang Raya Tumbuh 5,1–5,8 Persen, Soroti Digitalisasi dan Ketahanan Pangan

BI Malang Proyeksikan Ekonomi Malang Raya Tumbuh 5,1–5,8 Persen, Soroti Digitalisasi dan Ketahanan Pangan

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di wilayah kerja Malang Raya akan melanjutkan tren positif. Kepala KPw BI Malang Indra Kuspriyadi menyampaikan, pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada pada kisaran 5,1 hingga 5,8 persen.

Optimisme itu disampaikan di tengah dinamika ekonomi global serta tantangan inflasi. Indra menyebut inflasi di Kota Malang saat ini berada di level 0,7 persen, namun kewaspadaan tetap menjadi prioritas, terutama menjelang hari besar keagamaan yang biasanya diikuti peningkatan permintaan pangan.

“Kami tetap optimis meski penuh kewaspadaan. Kabar baiknya, capaian pertumbuhan ekonomi kita cukup baik, namun tantangan ke depan seperti kenaikan harga emas dan fluktuasi BBM akibat tensi politik di Timur Tengah tetap harus diantisipasi,” kata Indra kepada wartawan, Kamis (5/3).

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, BI Malang menegaskan komitmen memperkuat program usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor perbankan syariah. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong penciptaan lapangan kerja sekaligus memperkuat struktur ekonomi kerakyatan.

Indra juga menekankan pentingnya percepatan digitalisasi pembayaran melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah. Menurutnya, langkah ini menjadi krusial di tengah tren penurunan transfer dana pusat, sehingga diperlukan kreativitas dan efisiensi melalui sistem digital.

“Digitalisasi membuat akun pemerintah lebih akuntabel dan efektif menekan potensi kebocoran. Ini juga berkaitan erat dengan ketahanan pangan di daerah, di mana kita harus memastikan inflasi dari sektor pangan tetap terjaga,” ujarnya.

Selain itu, Indra menyatakan BI terbuka menerima masukan untuk memperbaiki komunikasi dan koordinasi kebijakan. Dengan pertumbuhan Kota Malang yang dinilai baik, ia menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci agar proyeksi pertumbuhan dapat tercapai, termasuk target pada batas atas.