Menjelang Hari Raya Idulfitri, masyarakat diingatkan untuk lebih bijak dalam berbelanja. Peningkatan konsumsi yang lazim terjadi pada periode ini dinilai perlu disikapi dengan perencanaan yang matang agar tidak memicu masalah keuangan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, mengatakan prinsip belanja bijak dapat dimulai dengan mengenali kebutuhan yang benar-benar diperlukan. Menurutnya, pemahaman atas kebutuhan utama akan membantu masyarakat menentukan prioritas pengeluaran secara lebih terarah.
“Memang perlu kita utamakan sebenarnya yang kebutuhan-kebutuhan pokok kita yang benar-benar kita perlukan, urgen ya. Di situ lah sebenarnya perlunya belanja bijak, jadi kita memprioritaskan barang-barang kebutuhan yang memang sangat kita perlukan. Itu kita dahulukan,” kata Yuliansah saat mengisi program Dialog Interaktif di Pro 1 RRI Palangka Raya, Rabu, 11 Maret 2026.
Selain menyusun prioritas, ia menekankan pentingnya menyesuaikan belanja dengan anggaran yang dimiliki. Masyarakat dianjurkan berbelanja sesuai kemampuan agar tidak terjebak pada pinjaman atau utang yang berisiko membebani keuangan.
“Yang kedua yang sangat penting itu adalah menyesuaikan dengan anggaran kita tentunya. Jangan sampai juga nanti besar pasak daripada tiang, itu juga nanti ujung-ujungnya lari misalnya yang sekarang lagi tren kan pinjol. Itu jangan sampai,” ujarnya.
Yuliansah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergoda untuk berbelanja berlebihan karena dorongan sesaat. Kebiasaan belanja yang tidak terkendali, menurutnya, dapat membuat pengeluaran membengkak hingga melampaui kemampuan finansial.
Dengan menerapkan belanja bijak, masyarakat diharapkan tetap dapat memenuhi kebutuhan menjelang Idulfitri tanpa mengganggu kondisi keuangan keluarga. Perencanaan yang baik dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan, keinginan, dan kemampuan anggaran.