BERITA TERKINI
BEI Targetkan Masuk 10 Besar Bursa Dunia dalam 4–5 Tahun, Ini Syaratnya Menurut Jeffrey Hendrik

BEI Targetkan Masuk 10 Besar Bursa Dunia dalam 4–5 Tahun, Ini Syaratnya Menurut Jeffrey Hendrik

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai reformasi melalui demutualisasi dapat meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat tata kelola bursa. Pjs Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan langkah tersebut menjadi momentum yang tepat karena, menurutnya, dari seluruh bursa besar dunia, BEI termasuk yang belum melakukan demutualisasi.

Jeffrey menyebut, dengan kondisi saat ini, BEI berada di posisi 20 besar dunia, termasuk dari sisi transaksi harian. Ia meyakini demutualisasi akan membuat BEI menjadi lebih modern, lincah, dan profesional.

“Dengan kondisi saat ini, Bursa Efek Indonesia berada di posisi 20 besar, baik dari transaksi harian kita ada di 20 besar. Dengan demutualisasi kami percaya BEI akan lebih modern, lincah, dan profesional,” kata Jeffrey dalam Market Outlook 2026 di Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (3/3/2026).

Ia juga optimistis, apabila demutualisasi berjalan dengan baik, BEI dapat masuk 10 besar bursa dunia dalam empat hingga lima tahun ke depan.

Jeffrey menegaskan komitmen BEI untuk menjadi bursa kelas dunia, tidak hanya dari sisi kapitalisasi pasar dan nilai transaksi, tetapi juga dalam hal integritas dan tata kelola.

“Apa yang kami lakukan adalah tahapan menuju ke situ, untuk itu kami butuh dukungan semua pihak, seluruh pelaku pasar, agar bisa lewati ini semua, agar bisa lebih besar dan lebih kuat,” ujarnya.