BERITA TERKINI
BEI Perluas Galeri Investasi ke SMA untuk Tingkatkan Literasi Gen Z dan Cegah Investasi Menyesatkan

BEI Perluas Galeri Investasi ke SMA untuk Tingkatkan Literasi Gen Z dan Cegah Investasi Menyesatkan

Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong peningkatan literasi pasar modal di kalangan generasi Z dengan memperluas keberadaan Galeri Investasi hingga ke tingkat sekolah menengah atas (SMA). Langkah ini dilakukan karena Gen Z dinilai rentan terhadap iming-iming keuntungan instan yang kerap dipromosikan influencer di media sosial.

Kepala Kantor BEI Jawa Tengah II, M. Wira Adibrata, mengatakan banyak anak muda mudah percaya pada sosok yang mengaku ahli investasi tanpa kredibilitas yang jelas. Karena itu, BEI ingin pelajar mendapatkan pemahaman investasi yang benar dari sumber terpercaya sejak dini.

“Anak-anak Gen Z sangat mudah terpengaruh hal-hal instan dari influencer yang mengaku ahli namun tidak memiliki filter informasi. Kami ingin mereka beralih ke sumber terpercaya,” ujar Wira saat acara buka puasa bersama media di Solo, Rabu (4/3/2026).

Menurut Wira, kehadiran Galeri Investasi di sekolah diharapkan membantu siswa memahami dasar-dasar investasi secara tepat, sekaligus menjadi upaya pencegahan terhadap informasi menyesatkan yang beredar di media sosial.

Di sisi regulasi, Wira menambahkan bahwa aturan terkait influencer yang membahas investasi kini diperketat. Melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2025, influencer yang memberikan rekomendasi atau analisis terkait investasi di pasar modal wajib memiliki izin sebagai Penasihat Investasi dari OJK.

Ia juga mengingatkan calon investor, khususnya generasi muda, untuk selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi seperti Bursa Efek Indonesia, OJK, perusahaan sekuritas yang tersertifikasi, maupun situs resmi IDX. “Jangan langsung percaya informasi dari media sosial tanpa mengecek sumber resminya,” katanya.

Saat ini, BEI Jawa Tengah II telah memiliki 43 Galeri Investasi yang tersebar di wilayah Jawa Tengah II dan Madiun Raya. Keberadaan Galeri Investasi disebut cukup efektif dalam meningkatkan literasi sekaligus aktivitas transaksi di pasar modal.

Salah satu contohnya, Galeri Investasi di UIN Raden Mas Said Surakarta mencatat nilai transaksi hingga Rp3,5 miliar per tahun atau sekitar Rp290 juta per bulan.

Berdasarkan data per Maret 2026, total transaksi pasar modal di Solo Raya telah mencapai Rp46,42 triliun. Sementara itu, jumlah investor yang tercatat melalui Single Investor Identification (SID) mencapai 368.806 investor.

Ke depan, BEI berharap perluasan Galeri Investasi ke tingkat SMA tidak hanya mendorong pertumbuhan jumlah investor, tetapi juga membentuk generasi muda dengan literasi keuangan yang lebih baik agar tidak mudah terpengaruh informasi investasi yang menyesatkan di media sosial.