BERITA TERKINI
BEI Optimistis Demutualisasi Dorong Masuk 10 Besar Bursa Global dalam 4–5 Tahun

BEI Optimistis Demutualisasi Dorong Masuk 10 Besar Bursa Global dalam 4–5 Tahun

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik meyakini kebijakan demutualisasi dapat mendorong BEI menembus peringkat 10 besar bursa dunia dalam 4–5 tahun ke depan. Menurutnya, saat ini BEI berada di posisi 20 besar global, baik dari sisi kapitalisasi pasar maupun nilai transaksi harian.

Jeffrey menyampaikan pandangan tersebut dalam acara Market Outlook 2026 di Main Hall BEI, Jakarta. Ia menilai demutualisasi penting karena BEI disebut sebagai salah satu bursa besar dunia yang belum menjalani perubahan struktur tersebut.

Demutualisasi adalah transformasi struktural yang mengubah status bursa dari organisasi berbasis keanggotaan (SRO/Anggota Bursa) menjadi perseroan terbatas yang berorientasi profit dan dimiliki publik atau investor strategis.

Jeffrey mengatakan, melalui demutualisasi, BEI diharapkan menjadi lebih modern, lebih lincah, dan lebih profesional. Ia juga menilai perubahan ini akan membuka peluang yang lebih besar bagi berbagai pihak, termasuk pemegang saham yang sudah ada serta para pemangku kepentingan lainnya.

“Dengan kebijakan demutualisasi yang dipertimbangkan dengan sangat baik, tujuan kita dalam waktu 4 hingga 5 tahun ke depan, kita bisa masuk ada di posisi 10 besar bursa dunia,” ujar Jeffrey.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai demutualisasi merupakan kunci integritas pasar modal Indonesia. Ia menyebut langkah tersebut juga telah ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) untuk memperkuat tata kelola dan transparansi.

Misbakhun menambahkan, dalam proses demutualisasi, para pemegang saham lama nantinya harus melepas kepemilikannya dalam periode tertentu. Ia juga menyebut tata kelola sebagai perusahaan terbuka melalui penawaran umum perdana saham (IPO) diperlukan agar transparansi pengelolaan bursa dapat diakses publik.