BERITA TERKINI
BEI Minta Calon Investor Perkuat Literasi Sebelum Masuk Pasar Modal

BEI Minta Calon Investor Perkuat Literasi Sebelum Masuk Pasar Modal

Solo, Jawa Tengah — Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimbau calon investor membekali diri dengan informasi yang memadai sebelum berinvestasi di pasar modal. Imbauan ini disampaikan menyusul tren pembelian saham yang dinilai semakin sering tidak didasarkan pada fundamental perusahaan.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Jawa Tengah 2, M Wira Adibrata, mengatakan sebagian investor saat ini mudah terpengaruh oleh influencer. Akibatnya, keputusan membeli saham kerap diambil bukan karena penilaian atas kinerja dan prospek perusahaan, melainkan karena mengikuti pernyataan pihak tertentu yang dianggap ahli.

“Keputusan melakukan investasi jangan karena orang lain tapi diri sendiri,” kata Wira di Solo, Kamis.

Untuk itu, ia mendorong investor menerapkan prinsip 3P. Pertama, paham terhadap diri sendiri dan saham yang akan dibeli. Kedua, memiliki literasi yang baik. Ketiga, memantau pergerakan pasar agar ketika terjadi situasi yang tidak diharapkan, portofolio dapat diselamatkan lebih cepat.

Wira mencontohkan, saat terjadi perang, biasanya ada sektor tertentu yang dihindari, termasuk sektor keuangan. Dalam kondisi seperti itu, investor dapat mempertimbangkan melepas sektor yang berpotensi rugi dan menyeimbangkan portofolio dengan sektor yang cenderung naik, seperti komoditas. Menurutnya, penyeimbangan portofolio diperlukan agar risiko dapat dikelola.

Sejalan dengan upaya meningkatkan literasi, BEI Jawa Tengah 2 terus memberikan edukasi kepada berbagai kalangan, mulai dari siswa, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Ia menyebut sasaran edukasi di wilayah kerja Kantor Perwakilan BEI Jawa Tengah 2 dapat mencapai ribuan orang setiap bulan.

Selain edukasi, BEI Jawa Tengah 2 juga menargetkan penambahan empat galeri investasi khusus pada tahun ini yang menyasar generasi muda. Seluruh tambahan galeri investasi tersebut direncanakan berada di tingkat SMA.

“Sejauh ini baru dua yang sudah proses, yakni SMKN 1 Sragen dan SMAN 2 Sukoharjo. Kalau SMA Kalam Kudus sudah,” ujarnya. Ia menambahkan, sasaran di tingkat SMA dipilih karena generasi Z dinilai mudah terpengaruh hal-hal instan, termasuk dari influencer.

Hingga saat ini, jumlah galeri investasi yang aktif di wilayah tersebut tercatat sebanyak 43. Wira menilai galeri investasi efektif untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai investasi, setidaknya di lingkungan tempat galeri itu berdiri. Ia mencontohkan, di lingkungan kampus, pengembangannya dapat menjangkau kegiatan akademik dan meningkatkan kesadaran mahasiswa. Menurutnya, transaksi di kampus juga tidak sedikit, salah satunya di UIN Raden Mas Said yang dalam setahun dapat mencapai Rp3,5 miliar.