Pasar Modal Indonesia menyalurkan donasi sebesar Rp3.957.291.169 untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana serta pembangunan kembali infrastruktur dan fasilitas penting di wilayah Sumatra. Dana tersebut disalurkan melalui tiga lembaga mitra, yakni Sahabat Pedalaman, BenihBaik.com, dan Wahid Foundation.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad menyatakan momentum Ramadan menjadi pengingat bahwa pertumbuhan ekonomi perlu berjalan seiring dengan kepedulian terhadap masyarakat, terutama bagi mereka yang menghadapi tantangan pascabencana.
Menurut Kautsar, dana donasi dihimpun melalui kolaborasi lintas ekosistem pasar modal, mulai dari Self-Regulatory Organizations (SRO), perusahaan tercatat, anggota bursa, hingga pelaku industri pasar modal lainnya. Ia juga menjelaskan bahwa Pasar Modal Peduli dirancang sebagai wadah kolaboratif SRO yang terdiri atas BEI, Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan melibatkan perusahaan tercatat, anggota bursa, serta pemangku kepentingan lainnya.
“Rangkaian kegiatan corporate social responsibility (CSR) ini menjadi representasi komitmen bersama bahwa keberlanjutan industri pasar modal harus selaras dengan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tulis Kautsar dalam keterangan tertulis, Senin (23/2).
Mengusung tema “Berbagi Manfaat, Menguatkan Harapan”, program tersebut menekankan bahwa solidaritas di antara pelaku pasar modal dapat memperluas dampak sosial, khususnya dalam mendukung pemulihan pascabencana di Sumatra.
Dukungan diarahkan pada perbaikan infrastruktur vital, termasuk konektivitas antarwilayah, penyediaan air bersih, fasilitas sanitasi, serta sarana ibadah dan pendidikan di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Secara konkret, dana itu direncanakan untuk pembangunan sumur bor, fasilitas sanitasi MCK komunal, serta sarana pendidikan, serta upaya pemulihan konektivitas dan peningkatan kualitas kesehatan lingkungan masyarakat terdampak bersama Sahabat Pedalaman.
Kautsar menambahkan, melalui sinergi ini pasar modal Indonesia tidak hanya memberikan bantuan jangka pendek, tetapi juga mendukung pembangunan kembali fondasi kehidupan masyarakat, mulai dari akses air bersih dan sanitasi yang layak, pemulihan konektivitas wilayah, hingga penguatan fungsi sosial dan pendidikan.
Ia menegaskan program Pasar Modal Peduli menjadi bukti bahwa kolaborasi dalam ekosistem pasar modal dapat menghadirkan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran pasar modal Indonesia dalam mendukung pemulihan jangka panjang.

