Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui program Pasar Modal Peduli: Berbagi Manfaat, Menguatkan Harapan yang digelar di Main Hall BEI, Jakarta, Jumat, 20 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung dalam momentum Ramadan itu diisi dengan rangkaian seremoni dan buka puasa bersama.
Dalam program tersebut, dana sebesar Rp3.957.291.169 atau sekitar Rp3,95 miliar berhasil dihimpun. Donasi itu akan disalurkan melalui tiga lembaga mitra, yakni Sahabat Pedalaman, BenihBaik.com, dan Wahid Foundation.
Program ini melibatkan SRO yang terdiri dari PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), bersama perusahaan tercatat, anggota bursa, serta pelaku pasar lainnya. Kegiatan tersebut disebut sebagai wujud kolaborasi pemangku kepentingan pasar modal yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kontribusi sosial.
Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Kautsar Primadi Nurahmad, menyatakan bahwa Pasar Modal Peduli merepresentasikan komitmen sosial ekosistem pasar modal. Dalam keterangan tertulis pada Selasa, 24 Februari 2026, ia menegaskan kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan, termasuk dalam mendukung pemulihan jangka panjang.
Tema Berbagi Manfaat, Menguatkan Harapan diangkat untuk menegaskan solidaritas pelaku pasar modal dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Fokus bantuan tahun ini diarahkan pada percepatan pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Program pemulihan mencakup perbaikan dan pembangunan infrastruktur vital, antara lain konektivitas antarwilayah, penyediaan air bersih, fasilitas sanitasi, sarana ibadah, serta fasilitas pendidikan. Bersama Wahid Foundation, dukungan diberikan melalui reaktivasi masjid, meunasah, dan dayah di wilayah Aceh.
Sementara itu, BenihBaik.com berperan dalam pembangunan sumur bor, fasilitas sanitasi MCK komunal, serta sarana pendidikan untuk mendukung akses air bersih dan fasilitas belajar yang layak. Adapun Sahabat Pedalaman turut mendukung pembangunan jembatan, sumur bor, dan fasilitas sanitasi guna memulihkan konektivitas serta meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan masyarakat terdampak.
Melalui inisiatif ini, pasar modal Indonesia menegaskan perannya tidak hanya sebagai instrumen investasi, tetapi juga bagian dari ekosistem yang memiliki tanggung jawab sosial. Kolaborasi antar pelaku pasar modal diharapkan dapat terus berlanjut untuk menciptakan dampak sosial yang terukur dan berkelanjutan.

