BERITA TERKINI
BEI dan OJK Siapkan Reformasi Pasar Modal, Free Float Saham Ditargetkan Naik ke 15%

BEI dan OJK Siapkan Reformasi Pasar Modal, Free Float Saham Ditargetkan Naik ke 15%

CNBC Indonesia menggelar Market Outlook 2026 bertema “Capital Market Reform: Integrity and Credibility” sebagai forum untuk membaca arah pasar serta peluang pertumbuhan baru. Acara ini menghadirkan perspektif regulator, pembuat kebijakan, dan pelaku utama industri investasi.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai pasar modal memiliki peran penting sebagai simbol wajah perekonomian Indonesia. Menurutnya, kredibilitas dan kepercayaan investor terhadap Indonesia berkaitan erat dengan kondisi pasar modal, yang di dalamnya terdapat perusahaan BUMN maupun sektor swasta penggerak ekonomi.

Di tengah gejolak ekonomi dan geopolitik global, ia menekankan perlunya penguatan pasar modal Indonesia melalui dukungan reformasi kebijakan serta pengawasan yang lebih kuat.

Sementara itu, Pjs Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyampaikan OJK menyiapkan serangkaian strategi penguatan integritas dan kredibilitas pasar modal Indonesia, menyusul “wake up call” dari penilaian lembaga pemeringkat global MSCI.

OJK bersama self-regulatory organizations (SRO), dengan dukungan pemerintah, disebut telah menjalankan langkah-langkah untuk menyelaraskan tuntutan MSCI sekaligus menjadikannya momentum perbaikan menyeluruh dan struktural. Upaya tersebut dituangkan dalam delapan rencana aksi untuk mempercepat reformasi integritas pasar modal.

Selain itu, penguatan bursa saham untuk menjawab tuntutan MSCI dan FTSE Russell juga didorong melalui empat langkah, yakni peningkatan transparansi data saham, keterbukaan data kepemilikan saham emiten dari investor yang memiliki saham di atas 1%, pendalaman partisipasi publik melalui kenaikan free float menjadi 15%, serta penyusunan Shareholder Concentration List atau daftar konsentrasi pemegang saham.

Dari sisi Bursa Efek Indonesia (BEI), Pjs Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan BEI mengambil langkah serius untuk menindaklanjuti masukan terkait tuntutan MSCI dan FTSE Russell. Ia juga menekankan penguatan komunikasi kepada publik serta penyerapan masukan dari partisipan pasar dan emiten, termasuk terkait rencana kenaikan free float saham menjadi 15%, guna menghasilkan solusi bersama dalam mendorong pendalaman pasar keuangan Indonesia.

Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Samsul Hidayat menambahkan, KSEI turut melakukan perbaikan struktur data dan transparansi data di bursa saham Indonesia. Ia menyebut KSEI telah menambah struktur data Single Investor Identification (SID) dari 9 jenis menjadi 28 sub-kategori, dengan perbaikan yang mencakup 97% data investor.

Selain itu, data pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1% akan disajikan lebih detail dibanding aturan sebelumnya yang mewajibkan keterbukaan untuk kepemilikan di atas 5%.

Dialog mengenai langkah-langkah reformasi ini disampaikan dalam Market Outlook 2026 CNBC Indonesia pada Selasa (03/03/2026), yang menghadirkan Mukhamad Misbakhun, Hasan Fawzi, Jeffrey Hendrik, dan Samsul Hidayat.