Kinerja Bank Banten menunjukkan tren positif dalam tiga tahun terakhir, ditandai dengan peningkatan laba bersih, pertumbuhan kredit, serta naiknya kepercayaan masyarakat. Perbaikan ini terjadi setelah periode kerugian yang berlangsung sejak 2016 hingga 2022.
Direktur Kepatuhan Bank Banten, Eko Virgianto, mengatakan tren perbaikan terlihat sejak 2023 hingga 2025. Pada 2025, Bank Banten mencatat laba bersih sebesar Rp52,52 miliar, setelah sebelumnya tidak pernah membukukan keuntungan.
Eko menjelaskan, laba bersih Bank Banten pada 2025 tumbuh sekitar 33,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan bisnis, terutama dari penyaluran kredit yang mencapai Rp5,07 triliun atau naik 31,63 persen secara tahunan. Angka tersebut melampaui rata-rata pertumbuhan kredit nasional yang berada di bawah 10 persen.
Selain kredit, pertumbuhan dana masyarakat juga menjadi faktor pendorong. Dana pihak ketiga tercatat meningkat sekitar 32 persen, yang dinilai mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap bank daerah tersebut.
Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) juga membaik. Pada 2025, NPL gross berhasil ditekan menjadi 4,67 persen, turun dari posisi hampir 10 persen pada awal 2023. Penurunan itu dilakukan melalui penguatan tata kelola, penerapan prinsip kehati-hatian, serta optimalisasi penanganan kredit bermasalah.
Eko menambahkan, peningkatan kinerja turut memperkuat peran intermediasi Bank Banten dalam mendorong aktivitas ekonomi daerah. Penyaluran kredit, baik konsumtif maupun produktif, disebut dapat meningkatkan konsumsi masyarakat, mendukung UMKM, serta membiayai sektor infrastruktur melalui kredit modal kerja.
Bank Banten juga mencatat pertumbuhan aset hingga sekitar Rp10 triliun pada 2025, naik dari sekitar Rp7,5 triliun sebelumnya. Capaian ini memperkuat posisi bank sebagai lembaga keuangan daerah.
Ke depan, Bank Banten menargetkan pertumbuhan kredit yang lebih agresif dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Penguatan layanan digital, kolaborasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi fokus untuk menjaga keberlanjutan kinerja dan kontribusi terhadap ekonomi daerah.